BREAKING

Minggu, 21 Desember 2014

UNDANGAN : HUT KANTOR KNPB & PRD WILAYAH BOMBERAY DI TIMIKA 31 DESEMBER2014



SELURUH RAKYAT WEST PAPUA DARI SORONG SAMPAI SAMARAI MARIH AMBIL BAGIAN DALAM HUT KANTOR PAPUA MERDEKA WILAYAH BOMBERAI DI TIMIKA.

Undangan resmi dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Bomberay Timika Kepada, Rakyat West Papua Dari sorong sampai Samarai yang merasa Kulit Hitam Rambut Keriting bahwa : 

Kantor KNPB & PRD Wilayah Timika

Tanggal 31 Desember 2014 adalah hari dan malam terakhir Pelepasang Tahun lama dan Menyongsong Tahun baru 2015 kemudian Tanggal tersebut Adalah HUT Kantor Papua Merdeka atau Kantor KNPB dan PRD Timika Ke-II maka itu, Seluruh Pempinan Gereja, seluruh pimpinan Kelurahan,Seluruh Pimpinan Pemerintah, Seluruh pimpinan toko-toko adat dan lain-lain maupun seluruh Rakyat west papua dari Sorong sampai Samarai segera ambil Bagian dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Kantor KE-II. Biarpun banyak kesibukan di gereja biarpun banyak kesibukan dikalangan keluarga maupun yang lain kami komite Nasional Papua barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) wilayah Bomberay sangat membutuhkan Kehadiran Bapak-Bapak,saudara-saudari,adik-adik,Mama-mama dan lain-lain dalam Acara tersebut..

Maka dengan itu Hari ulang Tahun (HUT) Kantor KNPB dan PRD KE-II akan Diselenggarakan pada : Hari/tanggal : Rabu,31 Desember 2014
Waktu/Jam : 08 : 00 s/d Selesai
Tempat : Kantor KNPB dan PRD Wilayah Bomberay
Agenda : HUT KANTOR KE-II
Thema : ALLAH TELAH MENGASIHI KITA ORANG PAPUA 1 YOH 4: 19
Sub Thema : Perjuangan Rakyat Papua dengan Kasih dan Damai di sertai Kesatuan semua organ Papua


Demikian Surat undangan ini kami buat dengan Besar harapan, atas kehadiran dari semua pihak kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga Allah bangsa Papua Barat senantiasa melindungi dan memberkati kita dalam perjuangan pembebasan.




UNDANGAN : HUT KANTOR KNPB & PRD WILAYAH BOMBERAY
Syalom...!!!

Salam pembebasan....puji dan sukur bagimu Tuhan.


Kami dari BP.KNPB & PRDM WILAYAH BOMBERAY mengundang kepada semua pejuang sejati yang ada di tanah Papua untuk berpartisipasi dalam kegiatan hari ulang tahun kantor KNPB & PRDM Wilayah Bomberay yang ke 1
Kegiatan tersebut akan diadakan pada.


Hari/tgl : Rabu 31 Desember 2014
Waktu :Jam 09.00 sampai selesai
Tempat : Kantor KNPB & PRDM Timika


Demikian atas partisipasi saudara/i seiman dalam nama Allah bangsa Papua sebelumya kami sampaikan banyak terima kasih.



Amolongo,Amakanie,Dormom,Keyao,Men,Acemo,Wainambe,Koha,Tabea,Foimoe,Nayaklak,Nimo,Kinaonak, Wa....wa.....wa.....wa.....!!!

PANITIA HUT
Pdt. DANIEL BAGAU DOMING PAKAGE

Ketua Sekretaris


Selasa, 16 Desember 2014

ABIHUT DEGEI: MENGUTUK PEMBUNUHAN RAKYAT PAPUA OLEH INDONESIA SELAMA 53 TAHUN


ABIHUT DEGEI: KETUA PRD TIMIKA MENGUTUK DALAM NAMA ALLAH BANGSA PAPUA ATAS PEMBUNUHAN TERHADAP RAYAT PAPUA SELAMA 53 TAHUN SILAM

TIMIKA�Ketua Parlemen Rakyat Daerah Wilayah Timika Abihut Degei S.Th mengutuk dalam Nama Allah bangsa Papua atas tindakan tidak manusiawi yang dilaukan oleh Indonesia terhadap rakyat Papua selama 53 tahun lamanya Indonesia menduduki wilayah Negara Papua Barat, Indonesia melancarkan Operasi Militer dan Operasi Inteljen untuk mmbunuh orang asli Papua dan mencuri kekayaan alam Papua.

Hal ini disampaikan saat Rayat Papua dari berbagai suku-suku di mediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan penanggung Jawab Politik Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Timika memperingati kematian Jendral Kellik Kwalik pada 16 desember 2009. Hingga saat ini 5 tahun. Jenderal Kelly Kwalik berhasil ditembak oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Gorong-gorong Timika. 


Jenderal Kelly Kwalik tertembak di paha kanan tembus ke paha kiri di salah satu rumah warga sipil di Timika, tertembaknya Jenderal Kelly Kwalik saat sedang tidur, seorang agen dari densus 88 menghampiri depan pintu kamar dimana Jenderal Kelly Kwalik sedang tidur kemudian mengetuk pintu dan memanggil nama untuk dibukakan pintu (dalam bahasa amungal), Jenderal Kelly Kwalik bangkit berdiri dari tempat tidur langsung buka pintu, setelah dibukakan pintu terperangkap dalam todongan senjata Densus 88, Jenderal Kelly Kwalik mundur dan keluar lompat melalui jendela dengan tujuan bisa menyelamatkan diri namun diluar sudah kepung sehingga berhasil melumpuhkannya melalui timah panas, tanpa ada perlawanan senjata dengan pihak Densus 88. 


Lalu masa aksi dipalang di depan Pasar Gorong-gorong selanjutnya masa aksi memilih tenang dan aksi depan pasar Gorong-gorong, mulai berorasi begantian dan Ibadah Renungan serta Pembacaan Pernyataan sikap oleh Katua PRD Wilayah Timika Abihut Degei, Ini Sikap KNPB-PRD Timika: Pertama Komisi Hak asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera melakukan Rapat darurat untuk membahas situasi terakhir Pelanggaran Ham di Papua. Karena kondisi papua Zona darurat.


Kedua, Indonesia Hentikan �STOP� membunuh Orang Asli Papua, Stop Stigma, Stop mengejar, menangkap Ativis dan rakyat Papua
Ketiga, Presiden Indonesia JOKOWI-JK segera bertanggung jawab atas pembunuhan terus menerus dilancarkan oleh kaki tangan indonesia yakni TNI-POLRI dari sejak 1963-2014 saat ini juga. Dan hentikan pemekaran Kodam dan Padam di Papua.


Keempat, Pemerintah Indonesia dalam hal JOKOWI-JK segerah membuka ruang demokarasi seluas-luasnya dan membuka ruang para jurnalis/wartawan independen dan para pekerja HAM masuk meliput kondisi nyata di Papua barat.
Lima, segerah hentian stigma terhadap orang Papua dengan Separatis, OPM, SPK, dll distikma oleh Pemerintah Indonesia untuk membumkan Aspirasi Perjuangan Pembebasan nasional Papua Barat.(Andy Gobay)

FOTO : MEMPERINGATI HARI KEMATIAN KELIK KWALIK ""RAKYAT PAPUA MENUNTUT REFERENDUM


























TIMIKA�Ribuan Rakyat Bangsa Papua di mediasi Komite Nasional Papua Barat � Parlemen Rakyat Daerah (KNPB-PRD) Wilayah Timika �Memperingati Pembunuhan Jenderal Kelly Kwalik, Hubertus Mabel dan Pembunuhan di 5 anak SMA di Paniai oleh Militer Indonesia (TNI-POLRI). Namun aksi tersebut dihadang dan dipalang ditengah jalan di depan Pasar Gorong-gorong oleh Tni-Polri serta inteljen Indonesia.


Pada hal sesuai dengan seruan aksi damai tersebut, rute aksi dari Kantor KNPB-PRD, Gorong-gorong, Jl. Ahmad Yani, Pasar Lama, Jl. Yossudarso, Jl. Cenderawasih, Ke Kantor DPRD Kbupaten Mimika. Sesampai Depan Pasar Gorong-gorong Polisi melakuan pemalangan dan melarang melanjutkan kasi ke DPRD, alasan Polisi bahwa DPRD masa bakti sudah selesai, kata Kabag Kepolisian Agus Karowa. Jadi aksi jangan lanjutkan ke kantor DPRD.
Masa aksi memilih tenang dan aksi depan pasar Gorong-gorong, mulai berorasi begantian Ibadah Renungan dan Pembacaan Pernyataan sikap oleh Katua PRD Wilayah Timika Abihut Degei


Ini Sikap KNPB-PRD Timika:


Pertama Komisi Hak asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera melakukan Rapat darurat untuk membahas situasi terakhir Pelanggaran Ham di Papua. Karena kondisi papua Zona darurat.

Kedua, Indonesia Hentikan �STOP� membunuh Orang Asli Papua, Stop Stigma, Stop mengejar, menangkap Ativis dan rakyat Papua


Ketiga, Presiden Indonesia JOKOWI-JK segera bertanggung jawab atas pembunuhan terus menerus dilancarkan oleh kaki tangan indonesia yakni TNI-POLRI dari sejak 1963-2014 saat ini juga. Dan hentikan pemekaran Kodam dan Padam di Papua.


Keempat, Pemerintah Indonesia dalam hal JOKOWI-JK segerah membuka ruang demokarasi seluas-luasnya dan membuka ruang para jurnalis/wartawan independen dan para pekerja HAM masuk meliput kondisi nyata di Papua barat.


Lima, segerah hentian stigma terhadap orang Papua dengan Separatis, OPM, SPK, dll distikma oleh Pemerintah Indonesia untuk membumkan Aspirasi Perjuangan Pembebasan nasional Papua Barat.


KNPB-PRD Wilayah Timika menilai bahwa � Pelanggaran HAM di Papua Barat belum berakhir sampai saat ini, sejak 1963 bangsa Papua barat dianeksasikan oleh Indonesia Orang Papua Barat terus menerus dibantai sama seperti binatang�. 


�Jadi Presiden Indonesia dalam Hal Jokowi-JK bertanggung jawab dan memberikan Ruang Demokrasi bagi Rakyat Papua untuk menentukan Nasib Sendiri sebagai solusi Demokrasi bagi rakyat Papua melalui mekanisme Referendum�


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua I Kordinator aksi damai Yanto Awerkion dalam orasinya menyatakan �Menjelang perayaan Hari Natal 25 desember dan memperingati Hari Ham sedunia 10 Desember 2014 kemarin Polisi dan Tentara terus melakukan penembakan terhadap rakyat sipil. Penembakan terhadap 5 warga sipil dan 22 orang terluka sedang rawat Rumah sakit di Paniai. Itu bukti nyata dilakukan oleh Militer Indonesia terhadap Orang Papua.


�Pembunuhan masal terhadap rakyat sipil yang dilakukan oleh kepolisian merupakan kejahatan negara Indonesia dalam Kepemimpinan Joko Widodo-Yusuf Kallah. Ini adalah Kado Spesial/Istimewa yang diberikan buat orang Papua,� Tuturnya.


Kemudian Perwakilan KNPB Wilayah Timika dalam Yoner Uaga dalam orasinya �Kado Natal Istimewa bagi Rakyat Papua Barat adalah Pada tanggal 10 November Tahun 2000 Kopasus membunuh Theys H Eluay di Skailand kado Natal berikutnya pada tanggal 16 desember 2009 desus 88 dan Polri membunuh Kelly kwalik. Kado Natal istimewa berikutnya adalah Hubertus Mabel dibunuh oleh densus 88 dan Polisi di Wamena dan Puluhan anggota KNPB dibunuh di penjara. 


Kemudian kado Natal yang istimewa yang terakhir adalah pembunuhan masal rakyat sipil di Paniai pada tanggal 8 desember 2014 Kemarin. Ini merupakan murni Pelanggaran ham berat.


Mengenag semua kado Natal yang diberikan oleh NKRI bagi rakyat Papua barat maka Komite Nasional Papua Barat KNPB dan Parlement Rakyat Daerah (PRD) mimika Pada hari ini tanggal 16 Desember 2014, melakukan aksi demo damai di Timika. Namun Aparat Kepolisian Menghadang dan melarang melanjutkan Aksi ke Kantor DPRD Kabupaten Mimika. Polisi tanpa alasan jelas langsung palang masa aksi damai di Gorong-gorong tepat Pada Pukul. 10:00 Waktu setempat.
Masa aksi dalam garis komando Militan KNPB sehigga tidak terjadi hal-hal yang tidak inginkan oleh KNPB dan PRD. Karena KNPB-PRD berjuang dengan damai martabat menjungjung tinggi nilai Kemanusiaan.


Aksi damai digelar pada 16 sedember 2014, awal mulai dengan Doa dipimpin Oleh Pdt. Benny Kayame pada puul 09:30 hingga berakhir pada pukul 13:00 Waktu Papua Barat dengan Aman dan tertip.


INI BIOGRAFI JENDRAL KELLY KWALIK
Jenderal Kelly Kwalik lahir tahun 1955 di Agimuga, menempuh Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga 1969 di kampung Aromsomki, Agimuga. Selama dua tahun melanjutkan pendidikan ke SGB (Sekolah Guru Bawa) di Suwai Kabupaten Fak-fak kemudian melanjutkan pendidikan ke SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Yayasan Pendidikan Persekolah Katolik Taruna Bakti Biak kemudian pindah SPG Taruna Bakti Jayapura tahun 1974, setelah menamatkan SPG Jayapura dipersiapkan sebagai guru di wilayah pegunungan tengah Papua yaitu di Mapenduma. Namun kondisi dilapangan saat itu terjadi pembantaian besar-besaran yang tidak manusiawi dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap rakyat Papua, maka Jenderal Kelly Kwalik memilih untuk melarikan diri ke hutan sebagai tanda protes terhadap sikap aparat keamanan Indonesia. 


Jenderal Kelly Kwalik mulai saat itu menjadi seorang gerilyawan melakukan perlawanan dengan militer Indonesia, di wilayah Pegunungan Tengah Papua dalam operasi pembantaian besar-besaran pada tahun 1974-1977. Nama Jenderal Kelly Kwalik mulai muncul sebagai salah satu tokoh Pembebasan bangsa Papua. Jenderal Kelly Kwalik merupakan salah satu tokoh sentral TPN-OPM, dengan semangatnya tersendiri memperjuangkan hak-hak dasar dan hak Politik Bangsa Papua. Kurang lebih 35 Tahun secara konsisten melakukan perlawanan di tengah hutan rimba Papua. Jenderal Kelly Kwalik terakhir menjabat sebagai panglima Komando Daerah Perjuangan (KODAP) III.
Jenderal Kelly Kwalik seorang militer tapi dalam metode gerilyanya sangat moderat dan rasional dengan mengedepankan hak asasi manusia dan norma-norma hukum. Jenderal Kelly Kwalik tidak pernah menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi memperjuangkan hak kedaulatan kebangsaan Bangsa Papua 1 Desember 1961 yang diambil secara paksa oleh kolonialisme Indonesia atas konspirasi Amerika melalui New York Agreement dan Roma Agreement.


Jenderal Kelly Kwalik mengabdikan diri untuk tanah Papua, sejak tahun 1974, mulai saat itulah Pemerintah Indonesia menganggap Jenderal Kelly Kwalik sebagai pengacau stabilitas integrasi NKRI sehingga dijadikan sebagai musuh abadi yang harus di hilangkan nyawanya. Tahun 2006 Jenderal Kelly Kwalik secara resmi di jadikan sebagai Daftar Pencaharian Orang (DPO) Polda Papua, atas kasus penembakan warga asing di Mille 72, apakah ini benar di DPOkan? Kenapa seorang DPO kemudian bisa beraudiensi dengan pihak kepolisian pada bulan September 2009 disalah satu tempat di Timika. Kurang lebih 3 tahun, aparat kepolisian dan TNI berupaya untuk menghabiskan nyawa Jenderal Kelly Kwalik, namun selalu gagal terus. Di tahun 2009 ini semua kekuatan diarahkan ke Timika, untuk musnahkan dalang yang meresahkan diareal bisnis emas terbesar dunia ini. Oleh sebabnya PT. Freeport Indonesia secara terbuka mendanai semua kekuatan untuk membunuh Jenderal Kelly Kwalik dengan memberikan biaya operasi keamanan lebih besar, dana ini ambil dari potongan gayi karyawan PT. Freeport Indonesia. (sumber dari manajemen PT. Freeport Indonesia).


Langkah-langkah strategis dilakukan oleh aparat kemanan untuk menembak Jenderal Kelly Kwalik adalah pendekatan persuasive yaitu bagun propaganda bahwa Kapolda Papua Irjend Bagus Ekodanto (mantan) mengatakan pelaklu bukan Jenderal Kelly Kwalik namun Pangdam Cederawasih Mejend. A. Nasution mengatakan pelakunya Jenderal Kelly Kwalik. Kapolda mengatakan hal tersebut karena anak buahnya sudah ketemu langsung dengan Jenderal Kelly Kwalik, ia mengatakan bahwa saya bukan pelaku, konflik diareal PT.Freeport Indonesia, pelakunya adalah aparat TNI dan Polri yang sedang memperebutkan lahan bisnis militernya di areal PT. Freeport Indonesia. Sayangnya pernyataan mantan Kapolda Papua disampaikan ke publik saat menyelang mutasi antara Irjend Bagus Ekodanto digantikan Irjend Bekto Suprapto. Kapolda baru Irjend Bekto Suprapto hiraukan pernyataan mantan Kapolda Papua kemudian mendukung pernyataan Pandam Cenderawasih bahwa dalang pengacauan di areal PT. 


Freeport Indonesia adalah Jenderal Kelly Kwalik, oleh sebabnya cara yang dilakukan Kapolda Papua adalah memutasikan kapolres Timika beserta jajaran strategis di bersihkan dan steril kemudian Kapolda Papua Irjend Bekto membangun jaringan baru berdasarkan informasi dan data yang telah di himpun oleh Kapolda lama, salah satu data adalah pertemuan dengan Jenderal Kelly Kwalik.

Isu yang dilemparkan ke Jenderal Kelly Kwalik sebelum ditembak adalah akan ada dialog antar bangsa Papua dengan bangsa Indonesia dalam rangka penyelesaian konflik politik yang berkepanjangan terjadi di tanah Papua jadi harus turun ke kota. Pihak pemerintah telah menyediakan biaya perjalanan dan akomodasi. Isu ini Jenderal Kelly Kwalik terima tanpa memperhitungkan kemungkinan buruk lainnya. Sehingga Jenderal Kelly Kwalik datang mendiam diri dirumah salah satu warga selama satu minggu di Gorong-gorong Timika.
Ketika hitungan Intelejen Indonesia memastikan Jenderal Kelly Kwalik ada di Kota Timika, maka Intelejen Indonesia bergerak dengan menciptakan propaganda sebelum penembakan terhadap Jenderal Kelly Kwalik Tanggal 15 Desember 2009, yaitu pelantikan anggota DPRD Timika periode 2009-2014 dan pada malam hari terjadi pembakaran pasar di Timika kota saat itulah Jenderal Kelly Kwalik ditembak. Artinya perencanaan ini sudah dibuat sedemikian rupa agar alihkan perhatian masa ke pelantikan anggota DPRD Timika dan pembakaran Pasar di Timika, supaya dengan mudah menghilangkan dan mengambil nyawa Jenderal Kelly Kwalik.


RABU, 16 DESEMBER 2009

Jam 03.00 WP, Jenderal Kelly Kwalik berhasil ditembak oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di gorong-gorong Timika. Jenderal Kelly Kwalik tertembak di paha kanan tembus ke paha kiri di salah satu rumah warga sipil di Timika, tertembaknya Jenderal Kelly Kwalik saat sedang tidur, seorang agen dari densus 88 menghampiri depan pintu kamar dimana Jenderal Kelly Kwalik sedang tidur kemudian mengetuk pintu dan memanggil nama untuk dibukakan pintu (dalam bahasa amungal), Jenderal Kelly Kwalik bangkit berdiri dari tempat tidur langsung buka pintu, setelah dibukakan pintu terperangkap dalam todongan senjata Densus 88, Jenderal Kelly Kwalik mundur dan keluar lompat melalui jendela dengan tujuan bisa menyelamatkan diri namun diluar sudah kepung sehingga berhasil melumpuhkannya melalui timah panas, tanpa ada perlawanan senjata dengan pihak Densus 88. Jenderal Kelly Kwalik langsung di evakuasi ke rumah sakit Karitas Kuala Kencana Timika. Dalam perjalanan dari TKP menuju ke Rumah Sakit Karitas Jenderal Kelly Kwalik menghembuskan nyawa karena kehabisan darah. Di tempat TKP juga pihak Densus 88 berhasil menyita beberapa barang saebagai alat bukti dan menangkap 5 orang sebagai saksi 4 orang laki-laki dan 1 orang perempuan kemudian diamankan Polres Mimika. Setelah di evakuasi jenasa Jenderal Kelly Kwalik di rumah sakit Karitas Timika, sekitar jam 11.00 WP Jenderal Kelly Kwalik diberangkatkan ke Jayapura melalui pesawat Buing Merpati untuk melakukan otopsi forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.


Di Timika setelah mendengar kabar bahwa Jenderal Kelly Kwalik ditembak, masyarakat dari berbagai suku di tanah Papua langsung mendatangi kantor DPRD Timika dengan membetangkan sejumlah tulisan-tulisan di spanduk dan pamphlet sebagai tanda protes terhadap penembakan Jenderal Kelly Kwalik yang tidak manusiawi dilakukan oleh aparat negara Republik Indonesia. Masa yang begitu besar mulai datang dari arah masing-masing penjuru komunitas mulai memadati halaman kantor DPRD Timika sehingga DPRD Timika dengan inisiatif memberikan izin tempat untuk melakukan duka dan prosesi upacara pemakaman. Masyarakat menempati di lingkungan DPRD Timika dengan membuka tenda-tenda, mendatangkan alat-alat masak secara spontan dari masyarakat untuk tinggal bertahan. Dengan menuntut bahwa, kami keluar dari lingkungan DPRD Timika ketika ada putusan politik yang jelas dari negara colonial Indonesia dan sekutunya tentang hak kebangsaan Papua 1 Desember 1969. Kalau tidak ada putusan politik yang jelas maka masa tetap bertahan di kantor DPRD Timika apapun resikonya.
Kejangkalan:


1. Jenderal Kelly Kwalik sedang tidur tenang dirumah, kenapa tidak ditunjukan surat DPO atau perintah operasi, kemudian ditangkap sebagai saksi kunci untuk mengungkapkan serentetan konflik diareal PT. Freeport Indonesia.


2. Jenderal Kelly Kwalik dijadikan tersangka bukan karena isu teroris tapi konflik pengamanan perebutan lahan bisnis diareal PT.Freeport Indonesia dan sekitarnya, namun cara penembakan terhadap Jenderal Kelly Kwalik seperti teroris.


3. Tugas Polisi bukan untuk membunuh orang tapi untuk mengayomi dan menertibkan masyarakat. Juga untuk melumpuhkan seseorang tidak serta merta menembak tapi memberikan peringatan dulu, lalu melumpuhkan. Mestinya melalui protap yang formal tapi tindakan diluar protap.


4. Aturan perang tidak pernah dimalam hari tapi harus disiang hari.


5. Evakuasi jenasah ke rumah Sakit Karitas Kuala Kencana terlalu jauh, sesungguhnya ada rumah sakit umum daerah di Timika Indah jaraknya kurang lebih 2 KM dari TKP bisa menempuh waktu 15 menit.


6. Pernyataan mantan Kapolda Papua Irjend. Drs. Bagus Ekodanto mengatakan, pelaku penembakan mille 54 pada juli 2009 bukan Jenderal Kelly Kwalik, tapi pelakunya kelompok kriminal bersenjata. Namun Kapolda Papua Irjen Bekto mengatakan pelaku penembakan dan dalang serentetan konflik diareal PT. Freeport Indonesia adalah Jenderal Kelly Kwalik.


7. Jenderal Kelly Kwalik diangkap sebagai musuh negara, kenapa mayat harus dievakuasi kerumah sakit.


KAMIS, 17 DESEMBER 2009
Tim ahli forensik dari Makasar dan Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado tiba di Jayapura melakukan otopsi terhadap jenasa Jenderal Kelly Kwalik. Otopsi lakukan dirumah sakit Bhayangkara Jayapura. Sebelum dilakukan otopsi keluarga korban maupun pihak-pihak yang berkompeten untuk membesuk jenasa tidak diizinkan oleh Kapolda Papua alasan demi keamanan. Yang datang minta kesempatan untuk membesuk adalah Ketua MRP, Anggota perwakilan Kamnas HAM Papua, Mama Yosepha Alomang, Pimpinan Sinode di Papua dan beberapa LSM. Sikap Kapolda Papua demikian, tapi informasih tertembaknya Jenderal Kelly Kwalik sudah menyebar di seluruh tanah Papua bahkan diluar tanah Papua melalui media maupun sarana komunikasi lainnya.
Disisi lain, untuk menjaga konflik susulan yang tidak beruntung manfaat politiknya, dilakukan komunikasi ke pihak-pihak terkait yang punya peran sentral untuk memfasilitasi dan menangani secara kontinju kasus tertembaknya Jenderal Kelly Kwalik baik pendekatan Hukum maupun pendekan Politik. Sehingga beberapa pimpinan langsung datang ke lokasi pemakaman di Timika untuk terlibat langsung dalam upacaranya dan lain berhalangan karena transportasi dll.


Kejangkalan:
1. Keluarga Jenderal Kelly Kwalik tidak ditandatangani sebagai saksi dalam proses otopsi jenasa.
2. Pejabat Negara DPRP, MRP, Komnas dll mau besuk tidak diizinkan oleh Kapolda Papua, pada hal pihak-pihak ini sebagai pejabat Negara juga bisa sebagai saksi.


JUMAT, 18 DESEMBER 2009
Kapolda Papua mengundang sejumlah jajaran institusi Negara yang ada di tanah Papua mulai, Gubernur, DPR, MRP, TNI, Kejaksaan, Pegadilan dan jajaran pejabat lainnya datang ke Polda Papua melalukan pertemuan khusus terkait mengantisipasi gesekan-gesekan dari rakyat Papua. Saat yang sama juga pernyataan dari manajemen PT. Freeport Indonesia mengatakan bahwa tertembaknya Jenderal Kelly Kwalik maka bisnis terbesar tambang emas di Freeport Indonesia akan aman dan lancar, tidak ada lagi gangguan keamanan. Karena ketika terjadi gangguan keamanan dipimpin oleh Jenderal Kelly Kwalik diareal PT. Freeport Indonesia yang berdampak pada kerugian di perusahaan yang besar pada pos dana operasional pengamanan.

Rakyat Papua di kantor DPRD Timika menuntut jenasah Jenderal Kelly Kwalik dikembalikan ke keluarga dan 5 (lima) orang yang ditangkap saat penembakan Jenderal Kelly Kwalik sebagai saksi harus bebaskan demi hukum, karena pelaku yang selama ini sebagai target dan DPO sudah ditembak. Sehingga 4 (empat) orang di bebaskan dari tahanan Polres Mimika dan satu orang di tahan atas nama Jeep Murib karena terbukti membawa sebuah peluruh senjata Api
Kejangkalan:


1. Hasil Otopsi dari Tim Forensik tidak sampaikan secara terbuka ke Publik.
2. PT.Freeport Indonesia telah memfasilitasi baik dana dan transportasi untuk menghilangkan hak hidup dan mencabut nyawa seseorang tidak merasa bertanggungjawab tapi menyetujui penembakan dan merasa bersyukur telah tertembak Jenderal Kelly Kwalik.


SABTU, 19 DESEMBER 2009
Masyarakat mendapat informasih bahawa jenasa sedang antara ke Timika dari Jayapura, masa mendatangi di Bandara PT. Freeport Indonesia Moses Kilangi, dengan maksud memikul jenasa Jenderal Kelly Kwalik antar ke kantor DPRD Timika, situasi Timika tegang. Panser-panser militer diarahkan ke masa semua. Namun dengan komunikasi yang baik oleh tokoh mudah bapak Hans Magal, sehingga emosi masa dikendalikan dan masa kembali ke DPRD Timika.

Jam 12.00 WP, jenasa Jenderal Kelly Kwalik dari rumah sakit Bhayangkara Jayapura diberangkatkan ke Timika melalui pesawat suci air dengan pengawalan langsung oleh Direskrim Polda Papua Kombes Petrus Waine dan AKBP Stevanus Adii. Sampai di Timika jenasa antar ke Rumah Sakit Karitas Kuala Kencana Timika untuk disemayamkan sementara sebelum serahkan ke keluarga.

Sebelum jenasa Jenderal Kelly Kwalik tiba ditangan keluarga dalam hal ini Dewan Adat Papua dari Kepolisian, rakyat Papua duduk lakukan pertemuan untuk mengatur mekanisme penerimaan jenasa. Dari hasil pertemuan terbentuklah tim penerimaan jenasa Jenderal Kelly Kwalik dan menentukan protokoler upacara pemakanan. Para pimpinan rakyat Papua dan keluarga korban sepakat tidak ditandatangani berita acara penerimaan jenasa karena ketika ditandatangani maka peristiwa penembakan terhadap Jenderal Kelly Kwalik yang tidak manusiawi tersebut diterima oleh rakyat Papua agar dikemudian hari tidak ada masalah.


Kejangkalan:
1. Materi dalam berita acara tidak meyebutkan keterlibatan Jenderal Kelly Kwalik menganggu proses eksplorasi penambagan emas di areal PT. Freeport dan penembakan warga Amerika di mille 72 tahun 2006 serta mille 54, juli 2009, tapi menyebutkan Jenderal Kelly Kwalik memegang senjata Api tanpa izin dan sebagai otak kasus di Mapenduma tahun 1996.


2. Berita acara sesungguhnya dibuat secara bersama antara pihak Pemerintah Indonesia dalam hal ini aparat keamanan dan keluarga korban bangsa Papua tapi berita acara dibuat secara sepihak dengan kop Polda Papua.
MINGGU, 20 DESEMBER 2009
Jam 15.00 WP, jenasa Jenderal Kelly Kwalik dari rumah sakit karitas dengan pengawalan ketat oleh satgas Amole (TNI dan densus 88) menuju ke gedung DPRD Timika untuk diserahkan ke pihak korban. Yang mewakili pihak korban menerima jenasa adalah Ketua dan anggota DPRD Timika, kemudian langsung diserahkan ke Rakyat Papua, saat memasuki lingkungan DPRD Timika pasukan TPN-OPM langsung menerima jenasa Jenderal Kelly Kwalik secara militer kemudian disemayamkan di depan kantor DPRD Timika, diatas peti jenasa ditutupi dengan bendera bintang Fajar.

Setelah jenasa Jenderal Kelly Kwalik disemayamkan di depan Kantor DPRD Timika, Dewan Adat Papua menyampaikan pandangan umum tentang tata cara dan mekanisme upacara pemakaman. Setelah itu pandangan dari dewan adat daerah Timika dalam hal ini Lemasa, saat menyampaikan pandangan dari Lemasa terjadi protes oleh masyarakat karena komunikasi yang tidak terarah disampaikan oleh pimpinan Lemasa. Masa semua berdiri saling serang kejar-kejaran baik ke pihak aparat keamanan maupun kepihak pimpinan yang sedang memandu dan memfasilitasi pemakaman, kericuan terjadi kurang lebih 30 menit. Aparat keamanan memberikan tembakan peringatan untuk masa kembali tenang. Akhirnya masa kembali tenang, melanyutkan persiapan upacara pemakaman Jenderal Kelly Kwalik.

Reaksi spontanitas ini terlihat ada pihak yang memprofokasi masalah kematian Jenderal Kelly Kwalik dapat dilokalisir dengan menciptakan konflik horizontal agar masalah ini tidak menginternasionalisasikan. Namun berbagai langkah dan komunikasi yang terarah dengan prinsip Jenderal Kelly Kwalik dipandang sebagai salah satu Tokoh sentral dalam Pembebasan bangsa Papua sehingga situasi kembali kondusif.

Setelah jenasa Jenderal Kelly Kwalik di semayamkan di DPRD Timika, diatas kepala membicarakan pokok-pokok tuntutan rakyat Papua atas kematian yang tidak manusiawi tersebut dengan menerima masukan dari masyarakat untuk dipertimbangkan sebagai agenda perlawanan bersama. Selain itu menentukan tempat dimakamkan Jenderal Kelly Kwalik. Perdebatan cukup alot untuk menyampaikan pokok pernyataan dan tempat makam, karena masing-masing menyampaikan agenda pesan sponsor. Hal ini nampak bahwa, awalnya makam Jenderal Kelly Kwalik di bundaran bandara PT. Freeport Indonesia Moses Kilangi Timika, namun pihak yang punya hal ulayat diintervensi oleh manajemen PT. Freeport Indonesia sehingga tempat makamnya dialihkan ke lapangan Timika Indah. Pokok pernyataan juga banyak yang pro kontra namun berhasil disepakati dan dirumuskan:


1. Negara Republik Indonesia telah menodai suasana hajatan makna Natal umat Kristiani dan telah melanggar hak hidup Jenderal Kelly Kwalik secara tidak manusiawi berdasarkan asas dan norma kemanusian. Ini merupakan pembunuhan kilat dan pencabutan nyawa seseorang secara paksa dan terencana. Sehingga Dunia dan masyarakat Internasional segera mengutuk dan memberikan sangsi keras terhadap perilaku Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di atas Bangsa Papua.


2. PT. Freeport Indonesia, sebagai penyandang dana dan pendukung fasilitas dalam rencana pembunuhan anak adat Jenderal Kelly Kwalik, karena PT. 


Freeport Indonesia yang punya berkepentingan dalam pembunuhan Jenderal Kelly Kwalik demi pengamanan Investasi penambangan emas di Nemangkawi. Maka PT. Freeport Indonesia harus di Tutup dan Bertanggungjawab penuh terhadap Dewan Adat Papua untuk menyelesaikan semua masalah tentang hak-hak Hidup dan Hak Politik Bangsa Papua secara menyeluruh atau komperhensip, integral, setara, adil, beradab, bermartabat dan tuntas harus digelar Dialog atau Perundingan antar bangsa Papua dan Bangsa Indonesia dalam tahun 2010 yang dimediasi oleh PBB. Batas waktu point a dan b bulan Januari � Februari 2010.
3. Bahwa peristiwa penembakan warga berkebangsaan Australia Mr. Drew Nicholas Grant dan korban lain di Areal PT. Freeport Indonesia mile 52-54 Timika Papua pada bulan Juli 2009, sampai hari ini belum terungkap pelakunya, maka atas nama bangsa Papua hendak kami sampaikan kepada dunia Internasional bahwa Jenderal Kelly Kwalik bukan pelaku penembakan teragedi kemanusian di Areal PT. Freeport Indonesia.


4. Perjuangan bangsa Papua bukan merusak negara manapun di dunia ini, termasuk tidak berniat merusak negara Indonesia. Oleh karena itu, setiap bangsa dan negara di dunia harus menghargai hak-hak azasi dan hak Politik bangsa Papua dan mewujudkannya penuh pada tahun 2010.
Kejangkalan:


1. Kebebasan menentukan sikap Politik sebelum Pemakaman Jenderal Kelly Kwalik, diintervensi dari manajemen PT. Freeport Indonesia agar dampak tertembak Jenderal Kelly Kwalik jangan sampai melibatkan PT. Freeport Indonesia.


2. Manajemen PT. Freeport Indonesia melakukan upaya keras untuk pemakaman tidak di Bundaran bandara Moses kilangi, akhirnya berhasil upayanya kemudian dialihkan lapangan Timika Indah.


SENIN, 21 DESEMBER 2009

Jam 12.00 WP, misa reguim dipimpin oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr. Jhon P. Saklil. Uskup dalam khotbahnya mengatakan bahwa Jenderal Kelly Kwalik memperjuangkan untuk menegakkan hak-hak dasarnya termasuk hak politik, sehingga secara konsisten dan berkomitmen penuh menahan diri di hutan rimba, mengalaskan papan menjadi kasur, salju menjadi selimut baginya, tidak pernah mengemis kepada siapapun. Jenderal Kelly Kwalik telah menunjukan ketokohannya dalam menyelamatkan umat manusia dari kepunahan oleh kolonialisme Indonesia. Oleh sebab itu saya mengutuk keras para pelaku yang telah mencabut nyawa seseorang tanpa ada perlawanan. Bagi yang kita sedang hidup, perlu memetik makna ketokohan dari padanya, agar kita teguh dalam perjuangan hidup kita. Untuk itu kita harus duduk berbicara dan bertindak diatas tanah yang keras, bukan di atas lumpur. Setalah misa dilanyutkan memberikan penghormatan terhadap jenasah Jenderal Kelly Kwalik. Dan diumumkan makam tanggal 22 Desember 2009 di lapangan Timika Indah.

SELASA, 22 DESEMBER 2009
Jam 11.00 WP pembacaan pidato Ketua Umum Dewan Adat Papua di halaman kantor DPRD Timika, setelah itu penghormatan terakhir terhadap Jenderal Kelly Kwalik. Jam 15.00 WP jenasa diarak-arakan ke makam di Timika Indah yang telah disiapkan oleh Panitia. Setelah pemakaman ditutup dengan doa yang dipimpin oleh pater Amandus. Masyarakat bubar ke tempat masing-masing untuk mempersiapkan pesta natal namun yang lain kembali ke DPRD Timika untuk duduk bertahan sampai ada salusi final.

Demikian ulasan singkat gambaran kondisi Timika pasca penembahkan Jenderal Kelly Kwalik. Kiranya tragedy kemanusiaan DI TANAH PAPUA yang terus terjadi dan menimpa semua insan manusia ciptaan Allah dapat berakhir untuk selamanya.(Andy Gobay)

Senin, 08 Desember 2014

POLISI MENANGKAP 8 WARGA SIPIL

KNPB NUMBAY NEWS:
POLISI MENANGKAP 8 WARGA SIPIL
KRONOLOGI KEJADIAN:

Jam 04:00 WPB (subuh), aparat kepolisian menggunakan 1 mobil dalmas dengan anggota kira2 20 orang dengan senjata api lengkap.telah melakukan penangkapan terhadap 8 warga sipil yang berdomisili di Jl.bayangkara 4 distrik Jayapura Utara, dengan alasan yang tidak jelas.

Berikut nama2 yang di tangkap:

1.Bpk.BANI GOMBO
2.BPK.YANY KAROBA
3.BPK.BAS GOMBO
4.BPK.ORKA GOMBO
5.BPK.BOMAY KAROBA
6.MINCE GOMBO (perempuan)
7.BENY GOMBO
8.BPK.ANUS GOMBO.

Sampai info ini kami muat, belum di ketahui mereka berada di mana?

Mohon Advokasi, info selanjutnya menyusul..

By: sekertaris KNPB NUMBAY (REGINA.W.BOMAY)

Sabtu, 06 Desember 2014

Noken Harus Diselamatkan

Noken Papua
Jayapura,  � Titus Pekey, tokoh penggagas Noken sebagai warisan dunia, meminta semua pihak untuk menyelamatkan Noken.

�Noken harus diselamatkan karena merupakan warisan budaya tak benda maka sangat penting untuk diselamatkan,� kata Titus Pekey kepada wartawan di Kotaraja, Jayapura, Papua, Kamis (4/12).

Menurut Pekey, menyelamatkan Noken berarti harus menselamatkan perajinnya, hutan, bahan baku Noken yaitu daun pandan yang bisa menghasilkan noken. Itu artinya, penting selamatkan hutan dan lingkungan karena Noken adalah pembentukan karakter manusia Papua. Hal yang harus juga diingat adalah filosofi noken Papua merupakan noken kehidupan.

�Saya berharap, ke depan Pemerintah Papua dapat membuat galeri Noken bagi pengembangan dan pelestarian noken selain juga berfungsi untuk 

memperkenalkan Noken bagi siapapun yang mengunjungi Papua,� katanya lagi.

Ketika ditanya Jubi terkait Noken yang digunakan saat ini sebagai salah satu alat politik yaitu sistem Noken dalam pemilihan umum (Pemilu), Titus mengatakan Pemilu telah mencederai noken dan penyelenggara pemilu seharusnya melihat Noken dari sisi antropologi dan sosial budaya masyarakat Papua. Jenis noken juga harus dipisahkan oleh Penyelenggara Pemilu dari jenis noken yang sebenarnya.

�Dari Nilai Budaya, sebenarnya tidak boleh dikotori untuk itu, penyelenggara Pemilu bisa menggunakan nama noken tetapi dengan desain dan bentuk yang lain,� tegas Pekey.


Di tempat yang sama, Yakomina Rumbiak, Ketua Panitia HUT Noken ke-2 mengatakan tidak ada yang special pada HUT Noken kali ini karena pihaknya tidak menyiapkan sebuah perayaan yang besar.

�Kami tidak melakukan kegiatan apa-apa tetapi hanya ingin mengingat kan masyarakat Papua kalau hari ini adalah hari Noken,� kata Yakomina Rumbiak.


Oleh  Aprila Wayar
Sumber :tabloidjubi.com

Senin, 01 Desember 2014

SEKRETARIAT KNPB & KANTOR PRD WILAYAH MERAUKE DIKEPUNG

TANGGAL 01 DESEMBER 2014 SEKRETARIAT KNPB & KANTOR PRD WILAYAH MERAUKE DIKEPUNG OLEH GABUNGAN TNI/POLRI DAN PENANGKAPAN SATU AKTIVIS KNPB MERAUKE.

Merauke,KNPBNews � Senin (01/12/14) sekitar jam 08.00 pagi Sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dikepung dan dijaga ketat oleh gabungan TNI/Polri yang dipimpin oleh Kapolsek Merauke kota, AKP. Leonardo Yoga, S.IK.
Penjagaan terus diperketat dan sekitar jam 09.00 pagi Tuan. Emerikus Kakupu keluar dari sekretariat KNPB dan PRD Wil. Merauke dengan tujuan memasukan tema dukungan untuk membuat spanduk dukungan simposium dan HUT Kemerdekaan Papua Barat di tempat cetak spanduk namun dia dibuntuti oleh polisi. Setelah spanduk dicetak sekitar jam 10.00 pagi Tuan. Emerikus mengambil dan mengantar kesekretariat tetapi dia dibuntuti dan ditangkap oleh polisi di jalan bupul yang jaraknya sekitae 100 Meter yang tidak jauh dari sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dan kemudian dibawah ke polres Merauke ditahan dan diinterogasi olah satuan reskrim polres merauke, namun Sebagai penanggungjawab ketua KNPB dan Sekjend PRD Wil. Merauke bersama beberapa kru pergi ke polres merauke untuk membebaskan tuan Emerikus. Interogas dilakukan selama tujuh jam dari jam 10.00 � 17.00 WPB dan tuan Emerikus dipulangkan.

Tanggal 01 Desember 2014 ini disadari olah Rakyat Bangsa Papua Barat sehingga pada hari ini Senin, masyarakat secara spontanitas berdatangan ke Sekretariat KNPB dan PRD Wil. Merauke untuk saling membagi dan memberi salam selamat HUT Kemerdekaan Papua Barat yang ke � 53, walaupun tidak ada undangan secara terbuka kepada masyarakat terkaik kegiatan tgl 01 Desember. Oleh karena itu kami badan pengurus KNPB dan PRD Wilayah Merauke bersama anggota dan masyarakat melakukan perayaan HUT kemerdekaan serta dukungan secara spontan dengan melakukan doa bersama di sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dan dilanjutkan dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan putar lagu-lagu perjuangan di sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke sampai jam 18.00 WPB.




Sumber : Group KNPB

Jumat, 28 November 2014

1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

PM Vanuatu: 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

  JAYAPURA,  � Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BP-KNPB) meminta dukungan doa rakyat Papua Barat terkait agenda pertemuan pemimpin-pemimpin pejuang West Papua yang akan berlansung di Vanuatu, 1 Desember 2014 mendatang.

Juru BIcara KNPB, Bazoka Logo, saat mengelar jumpa pers, Kamis (27/11/14) siang, mengatakan, Perdana Menteri Vanuatu Joe Natuman telah mengumumkan 1 Desember sebagai hari libur nasional Vanuatu dalam memberikan dukungan kepada rakyat Papua.
�Selain merayakan momen 1 Desember, simposium juga akan digelar untuk menyatukan ide dan persepsi pemimpin politik rakyat Papua Barat, kami juga senang karena Vanuatu menetapkan 1 Desember sebagai hari libur nasional,� kata Bazoka.
Menurut Bazoka, simposium secara resmi akan dibuka pada 1 Desember 2014, dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2014.
Aktivis kemerdekaan Papua Barat di beberapa negara, seperti Belanda, PNG, Australia, Inggris,New Zeland, dan Timor Leste dikabarkan juga akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Papua Barat.
�Status Papua Barat secara eksplisit sudah disampaikan oleh Muhammad hatta, ketua delegasi Indonesia, bahwa masalah Irian Barat tidak perlu dipersolakan karena bangsa Papua berhak menjadi Bangsa yang meredeka,� ujarnya.
Kata Bazoka, hal tersebut terbukti dengan rakyat papua Barat tidak mengambil bagian dalam sumpah pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928.
�Dalam sumpah pemuda tidak pernah ada wakil Papua yang hadir, karena itu kami tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya Indonesia itu.� tegasnya.
KNPB juga menghimbau perwakilan pemimpin-pemimpin perjuangan Papua Barat untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mempertahankan prinsip masing-masing, tetapi mencari jalan terbaik bagi kemerdekaan rakyat Papua.
�Kami di tanah air akan menggelar doa untuk pertemuaan nanti, persatuan dan kesatuaan menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat sangat kami butuhkan,� tegasnya.

(suarapapua.com/Media Papua)

 Editor : Oktovianus Pogau

KNPB Desak Diplomat Faksi Politik Papua Merdeka Bersatu di Vanuatu


 Logo KNPB (ist)

Abepura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat mendesak sejumlah diplomat Politik Faksi Politik Papua Merdeka yang akan menggelar sidang penyatuan kembali di Vanuatu pada 30-4 Desember mendatang,  harus  membawa kepentingan politik rakyat West Papua bersatu dalam wadah politik bersama dan mengeyampingkan ego.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara KNPB, Bazoka Logo, kepada Jubi di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis(27/11) kemarin. �Kami hanya mau melihat kepentingan politik. Kami tidak mau melihat faksinya dari mana hadir di sana,�kata Logo yang didampingi sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap dan sejumlah aktivis.
Menurut Logo, tiga komponen, West Papua Nasional Coalition and Liberation (WPNCL), Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Negara Federal Republik Papua Barat (NRFPB) dan organ lainya yang akan hadir harus mengedepankan kepentingan bersama dan menyatukan langkah politik bersama. Langkah bersama mengajukan aplikasi keanggotaan West Papua di MSG.
�Kami desak mereka tentukan langka yang tepat. Siapapun boleh jadi perwakilan. Intinya orang Papua menjadi anggota MSG dengan cara bergabung salah atau wadah politik atau merekomendasikan salah satunya harus menjadi anggota MSG,�katanya.

Kalau mau, atau mestinya, kata Logo, semua faksi politik yang hadir harus sepakat kembali ke sejarah politik Papua Merdeka. Semua Kembali ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau ke Dewan New Guinea Rad yang pernah menyiapkan kemerdekaan embrio kemerdekaan akhir tahun 1960.
�Kalau pikir wadah, kembali ke OPM atau ke New Guinea Rad. Kalau pikir struktur harus ke New Guinea Rad karena sudah ada dalam sejarah struktur pemerintahan Belanda,�katanya.
Pernyataan senada disampaikan sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap. Ia mendesak sejumlah perwakilan yang akan menghadiri pertemuan agenda penyatuan harus komit bersatu.Persatuan yang memuluskan agenda politik Papua di kawasann Pacific nantinya.
�Hilangkan ego masing-masing harus bersatu membagi peran. Pulang semuanya harus kerja sesuai rencana. Kedepankan kepentingan rakyat Papua,�katanya.
Suhniap mengancam mengambil alih semua agenda perjuangan dari semua faksi politik. � Mereka tidak boleh gagal bersatu membawa West Papua masuk MSG. Kalau sampai terjadi date lock, anak muda siap kudeta,�tegasnya. (Mawel Benny)

Sumber : Jubionline

Selasa, 25 November 2014

BUCHTAR TABUNI : PNWP DAN KNPB SIAP MENGHADIRI PERTEMUAN DI VANUATU

Ketua PNWP Buchtar Tabuni dan 
Gubernur New Capital District (NCD)
Powes Parkop (foto, Buchtar Tabuni)
Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), siap menghadiri dan menyukseskan Pertemuan West Papua di Vanuatu.

Pada kesempatan ini saya perlu menyampaikan bahwa Parlemen Nasional West Papua ( PNWP) yang di dalamnya terdapat 23 Parlemen Rakyat Daerah ( PRD) beserta Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) telah siap untuk menghadiri dan menyukseskan pertemuan gerakan kemerdekaan West Papua di Vanuatu.

PNWP dan KNPB mempunyai satu manjemen perjuangan dimana PNWP adalah kamar representative politik nasional perjuangan West Papua, dan KNPB adalah kamar media untuk mendiasi rakyat untuk melaksanakan keputusan politik yang disepakati bersama PNWP dan KNPB secara nasional.

Pentingnya Agenda konsolidasi kelompok-kelompok gerakan Papua merdeka ini juga merupakan tuntutan Rakyat Melanesia di West Papua, dimana tuntutan ini telah di putuskan pada Sidang Tahunan PNWP ke 1 pada tahun 2013 dan Sidang ke 2 tahun 2014 tentang mendukung sikap politik pemerintah Vanuatu dan siap menyukseskan pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu sebagai bagian dari konsolidasi gerakan perjuangan West Papua.

Pada awal rencana pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu ini, PNWP dan KNPB pada prinsipnya sangat respon untuk mendukungnya, hal ini kami telah nyatakan secara terbuka dalam bentuk melakukan aksi dukungan terhadap pemerintah Vanuatu karena mendukung dan membawa West Papua pada forum international ( Regional, forum Negara-negara persemakmuran dan Sidang-sidang PBB).

Negara yang secara resmi dan terbuka untuk menyatakan dukungan dan bersama perjuangan West Papua adalah Vanuatu, maka tentu PNWP dan KNPB sangat respon terhadap sikap-sikap pemerintah Vanuatu untuk memfasilitasi konsolidasi gerakan dan pengelolaan manajemen perjuangan kemerdekaan West Papua.

Saya juga telah pastikan bahwa, Free West Papua Campaign yang ada di PNG di bawa pimpinan Gubernur Port Moresby, Tuan Powes Parkop untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu.

Hal ini menunjukan bahwa PNWP, KNPB dan Free West Papua Campaign telah siap untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan itu guna menyamakan pikiran-pikiran dan mendorong satu agenda bersama.


Pada kesempatan ini juga saya mengajak kelompok-kelompok gerakan kemerdekaan West Papua lain untuk dapat menghadiri pertemuan itu dan tidak berpegan pada egoisme yang dimilikinya. Inilah saatnya kita mengakhiri perbedaan yang ada dan mengakui perbedaan yang kita miliki dan menyatakan satu langkah bersama untuk memantapkan dan meningkatkan gerakan perjuangan kita yang solid dan berkualitas.

Kesempatan ini juga saya menghimbau kepada seluruh komponen rakyat West Papua untuk menunjukan sikap politik anda dan bersama mendukung serta menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu itu.
Hormat Saya

Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP)

  Buchtar Tabuni

VICTOR YEIMO : 1 DESEMBER BINTANG FAJAR WAJIB BERKIBAR

KNPB: 1 Desember 2014, Bintang Fajar Wajib Berkibar!
Perihal : Seruan Umum Perayaan 1 Desember 2014

Isi Seruan:
1. Segera lakukan persiapan perayaan hari Manifesto Kemerdekaan West Papua yang ke-53, 1 Desember 2014 di seluruh wilayah teritori West Papua.


2. Semua orang Papua wajib meliburkan diri dari aktivitas lain, dan wajib merayakan HUT ke-53 Kemerdekaan West Papua dengan mengibarkan bendera bintang fajar serta menyanyikan lagu kebangsaan West Papua �Hai Tanahku Papua� di tempat masing-masing melalui ibadah atau upacara, baik secara terbuka atau tertutup.


3. Perayaan diisi dengan dukungan doa bagi agenda pertemuan Pemimpin-Pemimpin Perjuangan West Papua yang akan berlangsung di Vanuatu, 1 Desember hingga 4 Desember 2014 nanti.


Demikian seruan ini disampaikan secara terbuka bagi seluruh anak negeri Papua, diatas teritori West Papua.

Selamat Merayakan Hari Manifesto Kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2014.

Port Numbay, 25 November 2014

Victor F. Yeimo
Ketua Umum KNPB

Senin, 24 November 2014

Ketua KNPB Nabire dan Dogiyai Sakit di Sel Tahanan Polres Nabire

Para anggota KNPB di Sel Polres Nabire, Senin (24/11/14). Foto: MS
Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Sadrak Kudiay dan Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai sedang mengalami sakit di sel tahapan Kepolisian Resort Nabire.

Siang tadi, Senin (24/11/14), kepada majalahselangkah.com, Sadrak Kudiay mengatakan, saat ini, dirinya dan David Pigai sedang mengalami sakit.

"Ketua KNPB Dogiyai saat ini sakit. Dia sakit akibat kakinya yang ditembak polisi. Ada juga tikaman sangkur di otak kecil dan pukulan aparat yang berat," tutur Sadrak.

Dalam kondisi sakit itu, kata Sadrak, para tahanan KNPB tidak diberikan makanan dan minuman dengan baik. Akibatnya, ia bersama beberapa orang mulai sakit peruk dan maag.

"Kami makan juga tidak betul di sini, airnya air sumur. Sudah 4 hari di sini, saya sudah sakit. Makanan yang ada juga pedis jadi sakit maag dari beberapa orang termasuk saya muncul lagi. Kami diperlakukan tidak adil padahal kami ini ditangkap di titik kumpul. Jangankan kami buat anarkis, tangkap saja sebelum mulai aksi, saat kumpul. Tapi, polisi bilang kami anarkis, kapan kami anarkis?" kata Sadrak.

"Kami butuh advokasi dari lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia dan Hukum untuk kemanusiaan dan keadilan kami. Kami mau sampaikan pada dunia bahwa kami sedang dibungkam, tidak ada demokrasi, tidak ada keadilan bagi orang Papua. Kami melawan semua yang dilawan oleh dunia tapi kami malah diisolasi," kata Sadrak.

Diketahui, Ibadah pada Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan dukungan pembentukan ILWP di Belanda pada 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai. Sebanyak 22 aktivis, 10 orang dari Nabire dan 12 orang dari Dogiyai ditangkap.

Hingga sore tadi, 10 aktivis KNPB yang terdiri dari 6 aktivis dari Nabire dan 4 aktivis dari Wilayah Dogiyai masih di tahanan. Aktivis dari Nabire adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

Sementara 4 aktivis KNPB dari Dogiyai yang masih ditahan di sel Polres Nabire adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine. (GE/003/HI/MS)


Sumber :  www.majalahselangkah.com

Ibadah Syukur HUT KNPB Kaimana Diganggu Polisi

Logo KNPB (ist)
Jayapura, Jubi � Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kaimana diganggu Polres Kaimana.

�Pada Rabu 19 November 2014 lalu, kami bersama Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Kaimana bersama Rakyat Bangsa Papua Barat merayakan ulang tahun KNPB  dan dukungan atas peluncuran kantor International Lawyers for West Papua (ILWP) di Belanda,� kata Ruben Furay, Ketua KNPB Kaimana melalui rilis yang diterima Jubi, Minggu (23/11).

Lanjut Furay, kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WP ini dihadiri oleh lebih dari 700 masa Rakyat Papua Barat. Dalam pelaksanaan kegiatan, kepolisian Resor Kaimana sempat memaksa untuk memasuki arena kegiatan sehingga terjadi keributan yang mengakibatkan kegiatan  ibadah tidak berlangsung dengan baik.

�Hal ini dimulai dari tindakan Wakapolres Kaimana, yang menembus batas tanpa ijin pihak KNPB dan Parlemen dengan membuka secara paksa pagar di lingkungan kegiatan. Pelaksanaan ibadah yang sementara berlangsung berhenti sejenak karena melihat massa rakyat mulai meluapkan amarah kepada pihak Kepolisian dan terjadi aksi adu mulut,� tutur Furay.


Seusai adu mulut dengan pihak kepolisian, lanjut Furay, ibadah yang tadinya direncanakan akan berlangsung baik itu dibatasi oleh Kapolres Kaimana bersama pasukan sehingga pelaksanaan ibadah tidak berjalan normal sesuai dengan agenda sebenarnya.

�Hal ini bagi kami merupakan suatu tindakan pelanggaran HAM dalam konteks umat beragama. Kepolisian Resor Kaimana tidak mengindahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dalam Piagam PBB No.117. Juga Kovenan Internasional tentang Hak sipil dan Politik yang tertuang di dalam Pasal 19 dan 21,� kata Furay lagi.


Untuk itu, KNPB dan PRD Kaimana meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menghargai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, juga mengakui hak-hak sipil Rakyat Bangsa Papua Barat seperti yang tertuang pada DUHAM Pasal 3.

Di rilis yang sama, Frits, salah satu anggota KNPB juga meminta kepada Kapolda Papua agar segera menggantikan Kapolres dan Wakapolres Kaimana karena telah mengganggu kebebasan umat beragama dalam pelaksanaan ubadah perayaan HUT Ke-6 KNPB di Kaimana.

�Indonesia agar mengakui perjuangan bangsa Papua Barat yang dimotori oleh KNPB dan PRD,� kata Frits dalam rilis tersebut. (Aprila Wayar)


Sumber :  www.tabloidjubi.com

Diisolasi di Polres Nabire, Anggota KNPB Mogok Makan

Aktivis KNPB saat melakukan aksi demo dan dukungan untuk pertemuan ILWP, Kamis, 20 November 2014. (Foto: Dok. KNPB)

Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Perayaan Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB), 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai dan 22 aktivis (Nabire 10 orang dan Dogiyai 12 orang) ditangkap.

Sebanyak 10 orang di Nabire ditangkap di dua tempat berbeda di Distrik Nabire Kota. Enam orang atas nama, Agus Tebay (Koordinator Lapangan Aksi), Alibia Kadepa, Hans Edoway, Stefanus Edoway, Kristina Yeimo, Elian Tebay ditangkap di Kelurahan Kalibobo.

Penelusuran majalahselangkah.com, Stefanus Edoway adalah Badan Eksekutif Mahasiswa di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire. Stefanus Edoway dikabarkan ditangkap di areal kampus di depan Rektor.

"Mereka tangkap Stefanus Edoway dalam kampus depan Rektor. Dia belum masuk dalam barisan aksi," kata sumber media ini.

Sementara empat  lainnya ditangkap di Pasar Inpres Karang Tumaritis, Kelurahan Karang Tumaritis. Mereka adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Natan Pigome; Niko Mote; dan Mecky Kadepa.

Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai kepada majalahselangkah.com menjelaskan, ia bersama Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay dan Deserius Goo menyerahkan diri karena rekan-rekannya ditangkap.

"Saya, Alex Pigay dan Deserius Goo menyerahkan diri karena teman kami tangkap. Kami hanya ingin merayakan HUT KNPB di Oyehe. Kami ditangkap di titik star aksi. Mau jalan sudah ditangkap. Koordinator Lapangan Kalibobo, Agus Tebay dipukul polisi saat ditangkap," kata Sadrak.

"Pada malam pertama, kami diisolasi. Kami tidak bisa keluar. Kami buang air di tempat. Tidak makan dan tidak minum. Sekarang ini saja, orang tua kami belum bisa kunjungi. Kunjungan hanya di pos saja," jelasnya.

Pagi tadi, Minggu (23/11/14), Sadrak Kudiay mengatakan, dari 10 orang yang ditangkap di Nabire, saat ini hanya 6 orang masih ditahan. Sementara empat orang lainnya telah dipulangkan.

Enam orang yang masih ditahan adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

KNPB Dogiyai


Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai menjelaskan, pada pukul 08:00 waktu setempat, massa aksi telah berkumpul di tiga titik aksi yang telah ditentukan. Kira-kira pukul 09:00, massa aksi menuju ke terminal untuk menyelenggarakan ibadah HUT KNPB.

"Dalam perjalanan kami dihadang oleh polisi dan brimob senjata lengkap. Ada tentara juga siaga dengan senjata lengkap. Kami tawar-menawar. Kami sampaikan kami hanya doa saja. Lebih dari 500-an massa berkumpul dan orasi sebelum doa. Saat itu Wakil Bupati Dogiyai datang dan meminta kami bubar. Tetapi, kami bilang, kami doa 15 menit saja dan akan pulang cepat. Setelah itu kami berdoa sekitar 15 menit dan arahkan massa pulang tertib," jelas Edowai.

Dijelaskan, saat massa membubarkan diri usai ibadah, polisi mengeluarkan tembakan. "Ada tembakan kiri-kanan dan Brimob kejar massa yang sedang pulang itu dari mobil. Ada yang dipukul sampai darah-darah. Saat kami anggota inti KNPB menyerahkan diri, kami distopkan dengan tembakan. Ansel Pigai kaki putus dan dilarikan ke rumah sakit umum Kabupaten Paniai," katanya bersaksi.

Setelah menyerahkan diri, David Pigai (22), Ketua KNPB Dogiyai ditembak dari kolam penyiksaan pos Brimob dan Oktovianus Tebay (17) juga ditembak di kaki. David Pigai dan Oktovianus Tebay bersama 9 orang lainnya, Aneas Anou (Sekretaris KNPB wilayah Dogiyai), Marsel Edowai (Juru Bicara KNPB Dogiyai), Agus Waine, Marten Pigome, Fery Pekey, Willem Pigai, Ausel Pigai, Ausel Pigai (b), Stefanus Goo, dan Thomas Waine, dikirim ke Polres Nabire.

Setelah mengalami pemeriksaan, sebanyak tujuh orang anggota KNPB Dogiyai telah dipulangkan dari tahanan Polres Nabire.

Empat orang masih berada di tahanan Polres Nabire. Mereka yang masih ditahan adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine.

Mogok Makan

Sebanyak 10 pengurus KPNPB yang terdiri dari KNPB Dogiyai 4 orang dan KPNPB Nabire 6 orang sejak kemarin memulai mogok makan sebagai bentuk protes atas tindakan aparat polisi di tanah Papua.

"Kami ada mogok makan di sini. Kami tidak mau, kebebasan rakyat Papua diisolasi terus menerus dengan tindakan aparat. Di Nabire, Polisi tangkap di titik kumpul, baru mau mulai. Sementara di Dogiyai, acaranya sudah selesai dan saat pengurus KNPB menyerahkan diri langsung main tembak. Apakah ini yang kita bilang demokrasi?" kata Marselus Edoway.

Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marselus Edoway menyesalkan, pernyataan Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada salah satu media lokal Papua yang menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB.

"Kami hanya ibadah. Kami ini rakyat sipil biasa. Kami dituduh aneh-aneh, dari mana kami punya senjata?. Usai ibadah, yang menembak adalah polisi karena mereka yang bawa senjata. Tapi, kami tahu, kami selalu dikriminalisasi sejak lama," tuturnya.

Konfirmasi dengan Kepolres Nabire terkait kondisi para tahanan tidak membuahkan hasil setelah komunikasi melalui telepon selulernya tak terhubung. (HI/003/MS)


Sumber :  www.majalahselangkah.com

Sabtu, 22 November 2014

KNPB : POLDA PAPUA MENYAPAIKAN BERITA BOHONG

Aktivis KNPB saat melakukan aksi demo dan dukungan untuk pertemuan ILWP, Kamis, 20 November 2014 (Dok. KNPB)
Jayapura, Jubi � Pernyataan yang disampaikan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua di salah satu media cetak Papua, terbitan Jumat (21/11) dibantah oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
�Polda Papua terus membohongi Rakyat Papua dengan memberitakan infomasi yang tidak benar dan rekayasa. Polda Papua melalui pemberitaan di salah satu media cetak di Papua edisi 21 November 2014 mengatakan anggota KNPB mengeluarkan tembakan menggunakan senjata rakitan dan membawa amunisi dalam aksi demonstrasi di Dogiyai. Itu adalah berita bohong dan tidak benar,� kata Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB kepada Jubi (23/11).
Suhuniap juga membantah pernyataan Polda Papua di media yang sama yang mengatakan bahwa anggota kepolisian menembak tiga orang anggota KNPB dengan peluru hampa dan peluru karet.
�Pernyataan itu tidak benar, aparat selalu menggunakan timah panas.� kata Suhuniap.
Menurut Suhuniap, kepolisian di Papua selalu membangun opini yang tidak benar di media menjelang  tanggal 1 Desember. Polisi, kata Suhuniap, memang melakukan skenario seperti ini untuk menakut-nakuti rayat Papua.
Laporan anggota KNPB dan beberapa warga di Dogiyai yang disampaikan kepada Sekretariat KNPB di Jayapura, kata Suhuniap, menyebutkan aksi demonstrasi KNPB di Dogiyai dibubarkan paksa. Polisi tidak melakukan negosiasi dengan masa aksi sebelum mebubarkan aksi demo damai di Terminal Moenamani, Dogiyai.

�KNPB mengeluarkan himbauan secara resmi dan terbuka. Perayaan Hut KNPB VI dan dukungan untuk pertemuan ILWP di Belanda tidak mengunakan cara kekerasan namun melakukan doa bersama dan demo damai.� tambah Suhuniap.
Kronologis insiden pembubaran aksi demo KNPB di Dogiyai itu, sebagaimana dilaporkan oleh anggota KNPB dan masyarakat di Dogiyai, polisi datang tanpa negosiasi, mengeluarkan tembakan untuk membubarkan masa aksi yang telah berkumpul sejak pukul 09.00 WP di Terminal Moenamani.  Kedatangan Tim Gabungan Kepolisian dan Brimob ini, menurut laporan masyarakat terjadi sekitar pukul 11.30 WP. Tidak seperti biasanya, dalam membubarkan aksi demo polisi melakukan negosiasi terlebih dulu, polisi langsung meminta massa aksi bubar ambil mengeluarkan tembakan. 10 menit kemudian, polisi  mengeluarkan tembakan yang lebih masif yang mengakibatkan massa aksi panik. Polisi langsung menangkap sejumlah aktivis KNPB Dogiyai.
�Salah satu korban tembak atas nama Anselmus Pigai, dari Puskesmas Moenamani dibawa ke RSUD Paniai untuk melakukan pengobatan yang lebih insentif.� lanjut Suhuniap.
Suhuniap berpandangan, insiden seperti ini memperlihatkan Pemerintah Indonesia tidak konsisten terhadap peraturan negaranya sendiri. Polda Papua, kata Suhuniap, harus menghargai dan berfungsi sebagai keamanan negaranya. Bukan menjadi aktor kekerasan terhadap Rakyat Papua Barat.

�Di wilayah Papua TNI dan POLRI menjadi aktor utama konflik demokrasi dan menjadi pelaku kriminal terhadap warga sipil,� tambah Suhuniap.
Sebelum pembubaran aksi KNPB di Dogiyai, Kepolisian Resort Nabire telah membubarkan aksi demo damai perayaan HUT KNPB VI. Dalam pembubaran aksi di Nabire ini, Polisi menangkap 13 orang.
Berkaitan dengan insiden pembubaran aksi KNPB ini, melalui salah satu media cetak di Papua (21/11), Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB, sehingga anggotanya kemudian berlindung. Dalam aksi ini, menurut Pudjo, Polisi juga yang mengamankan lima bendera KNPB dalam kegiatan itu. Pudjo menambahkan Kapolda Papua telah memerintahkan Kabidpropam Polda Papua untuk melihat proses pengambilan keputusan dan tahapan yang telah dilakukan sesuai prosedur atau tidak. Selain itu, Kepolisian juga mengkoordinasikan pengamanan dengan berbagai pihak. (Victor Mambor)
 
Copyright © 2013 KNPBnews
Design by FBTemplates | BTT