BREAKING
Tampilkan postingan dengan label Nabire. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabire. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Polda Papua Didesak Bebaskan Enam Aktivis KNPB

Polda Papua Didesak Bebaskan Enam Aktivis KNPB yang Ditahan di Polres Nabire

 Jayapura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendesak Polda Papua segera membebaskan enam anggotanya yang ditahan oleh aparat kepolisian di Nabire, Papua. Mereka adalah Zadrak Kudiay ketua KNPB Nabire, Yaved Keiya, kepala komisariat keamanan KNPB Nabire, Deserius Goo, jubir KNPB Nabire, Zeth Yumai anggota KNPB Nabire, Kristianus Yamai, pelajar SMK (15) dan Yunus Muyapa, pelajar SMK(15). 

 Logo KNPB (ist)
�Selain itu, KNPB juga mendesak agar barang-barang milik KNPB yang disita oleh aparat dari Polres Nabire itu segera dikembalikan,� Kata Bazoka Logo, jubir nasional KNPB melaui surat elektroniknya yang dikirim kepada Jubi, Rabu (19/2/2015).

Dari catatan KNPB, sejak tanggal 15 Februari 2015 aparat dari Polres Nabire menangkap Yeskiel Kosay, jubir KNPB Sorong di pelabuhan Nabire lalu dibebaskan pada tanggal 16 Feburuari 2015 tanpa alasan yang jelas. Kemudian pada tanggal 14 Feburuari 2015 Polres Nabire juga melakukan penangkapan terhadap Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB Pusat bersama 3 anggota lagi-lagi tanpa Alasan apapun, mereka ditahan selama 5 jam di polres Nabire lalu di bebaskan.

�Terhitung dari tanggal 14 Februari 2015 sampai dengan tanggal 16 Feburuari 2015 jumlah penangkapan Aktivis KNPB di Nabire 11 orang dan dari 11 orang tersebut 5 orang telah dibebaskan dan 6 orang lainnya masih ditahan Polres Nabire,� katanya.
Oleh sebabnya, KNPB mendesak Polda Papua agar, pertama, segera bebaskan enam orang aktivis KNPB di Polres Nabire. Kedua, segera kembalikan barang-barang di rampas oleh Polres Nabire berupa Hand Phone, sepeda motor, tas, pakaian, sepatu dan kamera milik KNPB.

Ketiga, apapun alasanya KNPB akan tetap memediasi, memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita rakyat Papua Barat dengan cara-cara damai dan bermartabat agar rakyat dapat melaksanakan hak penentuan nasib sendiri melalui mekanisme internasional sebagai solusi politik yang terhormat.

Sementara itu, beberapa hari lalu, Kapolda Papua melalui juru bicaranya, kombes Patriage Renwarin membenarkan inforrmasi penangkapan enam aktivis KNPB yang ditangkap di Nabire. Dan polisi juga telah menggeledah tempat yang menjadi tempat pertemuan KNPB di Nabire. Dan beberapa barang bukti telah berhasil disita. Saat ini barang-barang bukti tersebut diamankan oleh pihak kepolisian di Polres Nabire.  (Arnold Belau)

Sumber : Jubi

Senin, 16 Februari 2015

KNPB : Berita yang Disiarkan Polda Papua itu Tidak Benar

Jayapura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat (KNPB) membantah informasi yang menyebutkan 14 anggotanya terjaring razia yang digelar aparat kepolisian di pelabuhan Nabire, Papua. �Informasi itu tidak benar.
Yang benar adalah hanya satu anggota kami yang ditahan karena membawa materi-materi pendidikan politik tentang perkembangan nasional dan internasional,� ungkap Bazoka Logo, Juru Bicara KNPB, di Waena, Senin (16/2/2015).
Bazoka Logo mengatakan, berita yang disiarkan oleh Polda Papua itu tidak benar dan itu pembohongan publik. 
Yang benar adalah hanya satu anggota KNPB, juru bicara KNPB Sorong atas nama Yeheskiel Kossay.
�Polisi bilang empat orang ditangkap itu tipu. 14 orang ini sementara ada di sekretariat KNPB wilayah Nabire. Dan pada hari ini KNPB wilayah Nabire memediasi empat belas orang ini untuk menghadap ke Polres untuk meminta anggota mereka dibebaskan,� kata Logo.
Lebih lanjut Bazoka mengatakan, berita yang dipublikasikan di salah satu harian lokal yang dikonfirmasi oleh polda papua melalui juru bicaranya juga tidak benar.
�Kami sampaikan bahwa mau tangkap KNPB itu tidak ada alasan. Kalau KPNB lakukan hal yang anarkis
boleh. Kalau Indonesia menangkap kita karena bicara papua merdeka berarti tidak wajar di negara ini.
karena hak kami untuk bicara. Itu sudah dijamin oleh konstitusi di negara ini,� jelasnya.
Ones Suhuniap, saat dihubungi Jubi melalui telepon genggamnya dari Nabire membenarkan bahwa memang benar satu orang anggota KNPB Sorong sudah ditahan di Polres Nabire. Dan pada hari ini, Senin (16/2/2015) KNPB wilayah nabire sudah menghadap ke Polres Nabire untuk meminta satu anggota KNPB yang ditahan itu dibebaskan.
Sementara itu, pada hari Minggu (15/2/2015) Kombes Pol Patriage Renwarin kepada sejumlah wartawan di
Jayapura mengatakan, aparat kepolisian di Nabire telah mengamankan empat belas anggota KNPB dari
wilayah Sorong dan Fakkfak. (Arnold Belau/jubi)

Minggu, 15 Februari 2015

14 Aktivis KNPB Terjaring Rasia di Pelabuhan Nabire

Sejumlah Barang Bukti Ikut Disita 

Sebanyak 14 Aktivis KNPB dari wilayah Sorong dan Kabupaten Fak-fak berhasil diamankan dalam rasia aparat gabungan TNI/Polri di Pelabuhan Samabusa, Nabire, pada Minggu (15/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

Kombes Pol PatrigeKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol Patrige ketika dikonfirmasi Bintang Papua, mengungkapkan, 14 aktivis yang berhasil diamankan itu diantaranya, KH, YK, YW, JM, WM, WK, YA, OM, CJ, NK, MA, MH, Ketua KNPB Sorong, dan Ketua KNPB Kabupaten Fak-fak.
�Rasia aparat gabungan TNI dan Polri ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Nabire dengan mengerahkan sebanyak 50 personil untuk melakukan rasia pada saat KM Dorolonda bersandar di Pelabuhan Samabusa Teluk Kimi, Nabire,�  katanya.
Selain mengamankan 14 Aktivis KNPB tersebut, kata Patrige, aparat gabungan TNI/Polri juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa, berupa satu lembar kertas yang berisikan diplomasi perjuangan Papua Merdeka internasional maupun nasional.
�Tim gabungan masih mengidentifikasi penumpang yang masih berada di pelabuhan yang dicurigai sebagai Aktivis KNPB. Rasia berakhir dua jam kemudian,  yakni sekitar pukul 08.30 WIT,� ucapnya.

Sementara lanjut Patrige, salah satu juru bicara KNPB wilayah Sorong berininsial YK (24), kini masih diinterogasi oleh Penyidik Reskrim. �Yang bersangkutan masih diperiksa untuk mengetahui perjalan mereka,�  ujarnya. (loy/don/l03)

Sumber : Bintang Papua

Bawa Dokumen Kemerdekaan, Aktivis Papua Ditangkap

Aktivis KNPB terjaring razia polisi bawa dokumen kemerdekaan Papua saat menuju Nabire.

 
Petugas gabungan TNI/Polri di Kabupaten Nabire, Papua, berhasil mengamankan seorang pemuda asal Papua, yang turun dari atas KM Doloronda yang tengah bersandar di Pelabuhan Samabusa, Nabire pada Minggu (15/2/2015) sekitar pukul 06.00 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Patrige menjelaskan, pemuda berinisial YK (27) yang datang dari Sorong itu, diamankan saat terjaring razia di terminal kedatangan penumpang area pelabuhan.
YK merupakan juru bicara sekaligus aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Sorong membawa selembar kertas yang berisi soal diplomasi kemerdekaan Papua.

Dari keterangan YK di Satuan Reskrim Polres Nabire,  YK tak sendirian, melainkan bersama 14 pemuda lainnya berangkat dari Fakfak dan Sorong menuju Nabire.

Dalam rombongan itu, ikut di dalamnya Ketua KNPB Wilayah Sorong dan Ketua KNPB Wilayah Fakfak, namun mereka berhasil lolos dari razia. Sementara YK satu-satunya yang  berhasil diamankan.

"Jadi saat razia berlangsung, kemungkinan 14 orang pemuda lainnya itu menyebar dan berhasil lolos," ujar Patrige.

Saat ini YK masih diamankan di Mapolres Nabire guna dimintai keterangan terkait tujuan mereka ke Nabire, sementara 14 rekannya masih dalam penyisiran aparat gabungan.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) merupakan salah satu kelompok di Papua yang vokal memperjuangkan kemerdekaan Papua melalui jalur politik Internasional.

Pada tahun 2012, Ketua KNPB Pusat Mako Tabuni tewas tertembak di Jayapura. Namun kepergian sang pemimpin tidak menyurutkan semangat anggota di dalamnya untuk mengampanyekan kemerdekaan Papua hingga saat ini.  (Lidya Salmah)

Sumber : Suara.com

 
 
Copyright © 2013 -2018 KNPBnews
Design by FBTemplates | BTT