BREAKING
Tampilkan postingan dengan label PNWP-PRD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PNWP-PRD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2015

TENTARA DAN POLISI MENAKUTI WARGA PAPUA SAAT PERAYAAN EMBRIO LAHIRNYA NEGARA WEST PAPUA



 TIMIKA�disaat rakyat Papua Wilayah Timika merayakan HUT Proklamsi Embrio Negara West Papua yang ke 53  tentara dan Polisi mulai menakti  Warga Papua mulai dari tanggal 30 Nofember sampai 01 desember 2014.

150 Pasukan tentara rencana mereka gagalkan kegiatan Upacara dan Ibadah Hut Kemrdekaan Negara Papua, tapi mereka takut masuk di lokasi dimana kegiatan sedang berlangsung.

Pada Pukul 08:00 Wpb, Polisi dan Tentara melakukan Sweeping di jalan Gorong-Gorong depan Gereja  GKIP Antiokian dan Jalan sosial dekat  ujung lapanan terbang moses kilangan polisi dan tentara  prkir mobil 5 dan 4 truk 3 mobil dalmas.

pada pukul 09.00 Wpb, acara mulai, masa dari setiap sektor mulai merapat/memadati di kantor walaupun Polisi dan tentara masih sweeping dan menakuti rakyat yang datang ikut uparaca dan Ibadah perayaan Hut proklamasi bangsa Papua.

Acara pembukaan di awali dengan Lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua di pandu oleh S. Jikmau dalam menyanyikan lagu kebangsaan Papua rakyat Papua ada yang menangis dan menghayati lirik dari lagu tersebut.

Sekitar pukul 10:30 Wpb,  saat ibadah berlangsung Tentara  Polisi Militer (POM) dengan Pakian Lengkap dari arah Gorong-gorong mulai memasuki jalan Freeport Lama  dekat Kantor KNPB-PRD sebanyak 150-an lebih, tujuan mereka datang untuk membubarkan Upacara dan Ibadah Perayaan Hut Embrio Bangsa West Papua.

Namun jumlah masa lebih banyak dari anggota tentara, maka mereka balik dan mereka bilang kita hanya memantau dan patroli  saja. Kata Pimpinan tentara itu.

Pada Pukul 11:00, Wpb pembacaan pernyataan politik oleh Perwakilan dari PRD Wilayah Timika, di lanjut dengan Pembacaan Sejarah Perjuangan Bangsa Papua di bacakan oleh Perwakilan dari KNPB Wilayah Timika.

Kemudian dilanjut dengan Pembacaan Situasi Politik  di Papua barat dilakukan  oleh Indonesia untuk menguasai Papua dengan cara halus seperti Pemekaran, penerimaan PNS, Transmigrasi itu merupakan Operasi Inteljen di masa orde baru.

Masa orde lama Sukarno suharto melakukan Daerah Operasi Militer (DOM) untuk mereka merebut Papua,  tujuan mereka untuk menguasai Papua demi kekayaan alam Papua. Dengan berbagai Operasi membunuh orang Papua yang mempertahankan Ideologi bangsa West Papua.

Pada pukul 12:30 Wpb, Arahan dari Perwakilan KNPB intinya orang  Papua harus sadar diri mencintai Tuhan yang menjadikan Tanah Papua dan mencintai Jati diri sebagai bangsa yang merdeka, sehingga kita ada didalm garis komando yang jelas karena KNPB-PRD berani nyatakan LAWAN di depan publik.

Bicara Papua merdeka sembunyi-sembunyi itu stop jika berani mari kita bersatu untuk kita merebut kedaulatan bangsa Papua. Agenda papua berdeka sekarang ada di vanuatu untuk membicarakan mempersatukan Garis komando garis kerja menuju Papua merdeka. Jadi rakyat Papua jaga diri baik-baik. Tutur ketua militan Knpb Wilayah Timika Yoner Uaga.

Sekitar pukul 13.00 Wpb. Ibadah  Selesai dan salam-salaman untuk saling mengenali satu sama lainnya  demi memperkuat tali persaudaraaan antara satu sama lainnya.  (KnpbnewsTimika)




TNI/POLRI MENEROR DAN MENGINTIMIDASI RAKYAT SIPIL KAMPUNG UTIKINI-TEMBAGAPURA, PAPUA


Foto ini adalah salah satu warga Masyarakat yang mana sebagai Pendulang di Kali Kabur, Kampung Utukini, Tembagapura. Ia ditangkap pada 1 Januari 2015 oleh pihak Kepolisian. Ia ditangkap dan disiksa dan ditembak dikakinya untuk dilumpuhkan.

Kepolisian mencurigai Dia sebagai pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sehingga sebelumnya Ia disiksa bagaikan binatang dan ditembak untuk lumpuhkan sehingga sampai saat ini dia masih dirawat di rumah sakit.

Selasa 6 Januari 2015 pasukan gabungan TNI dan Brimob menangkap sekitar 65 orang dari Kampung Utikini, Distrik Tembagapura dan langsung dibawa turun ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan.

Sampai hari ini Polda Pupua yang terdiri dari Tim Gabungan TNI dan Polri masih sedang lakukan penyisiran di Kampung Utukini, Tembagapura. Rakyat Papua yang ada disana sedang disiksa, dibunuh, diperkosa, dipukul, ditahan dan mereka ada hidup dalam tekanan Militer indonesia. Mohon Advokasi.(Romario E.Yatipai)

Polres Mimika Tambah 20 Personil di Polsek Tembagapura



Timika, Jubi � Kepolisian Resor (Polres) Mimika, hari ini, Selasa (6/1) akan menambah jumlah personil di Polsek Tembagapura sebanyak 20 orang guna membantu kekuatan Polsek dan tugas-tugas Kepolisian lainnya.

�Rencananya kita tambah perkuatan Polsek dari personil Polres yang satgas pamwil,� ujar Wakapolres, Kompol Wirasto Adi Nugroho, SIK., di Timika, Selasa (6/1). Kata Wakapolres, 20 personil ini nantinya akan membantu kekuatan dan kegiatan Polsek Tembagapura.

�Tugas mereka nantinya membantu perkuatan dan giat Polsek Tembagapura,� katanya.

Dijelaskannya, kegiatan yang dilakukan nantinya berupa cipta kondisi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat beraktivitas sehari-hari.

�Tugas mereka diantaranya cipta kondisi (cipkon) dan giat kepolisian lainnya,� ujarnya.

Sementara itu, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Tembagapura saat ini tetap kondusif, pasca pembunuhan terhadap dua anggota Brimob Polda Sumatera Selatan dan satu Security PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Mimika, Philipus Wakerkwa, mengatakan, kelompok Ayub Waker merupakan kelompok yang telah lama berada di wilayah Tembagapura. Dengan keberadaan kelompok tersebut, aparat seharusnya melakukan tindakan-tindakan pendekatan, guna mencegah terjadinya tindakan atau hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Mengenai keberadaan kelompok Ayub Waker yang dituding Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende, sebagai dalang dan harus bertanggungjawab terhadap aksi yang terjadi pada Kamis (1/1) lalu, sehingga menewaskan sedikitnya dua orang anggota Brimob Polda Sumatera Selatan dan seorang karyawan PT Freeport. Menurut Philipus, keberadaan Ayub Waker sudah lama berada di wilayah Tembagapura, bahkan keberadaannya itu sudah diketahui aparat sejak lama.

Dengan demikian, langkah yang seharusnya diambil aparat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan itu, maka sudah seharusnya aparat melakukan langkah-langkah pendekatan, yang mana tujuannya mencegah atau menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

�Jika tidak dilakukan, kemungkinan besar bisa terjadi. Pihak keamanan sudah tahu, Ayub Waker sudah lama di Tembagapura. Kalau sudah tahu kenapa tidak ada pendekatan lebih dini, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,� kata Philipus ketika dihubungi, Senin (5/1).

Menurut Philipus, aparat yang bertugas pada wilayah Tembagapura harus benar-benar siap dan selalu siaga dimana saja berada, termasuk dalam melakukan aktifitas atau rutinitas patroli. Karena menurutnya, area Tembagapura merupakan area vital nasional, sehingga dalam bertugas aparat harus benar-benar telah mempersiapkan diri guna menghadapi segala kemungkinan kejadian yang akan terjadi.

Selanjutnya, dengan melakukan patroli ke wilayah sekitar Utikini-Banti, Philipus melontarkan pertanyaan, apa sebenarnya yang dicari aparat satgas, sehingga menjadi korban dalam peristiwa itu. Selanjutnya apa benar saat itu anggota satgas melakukan patroli? atau juga ada melaksanakan tugas lain pada wilayah diluar tugas satgas ada Polsek dan Koramil.

Menurutnya, wilayah yang didatangi para korban juga terdapat Koramil, sehingga hal-hal yang terjadi harus dan perlu dipelajari secara seksama. Selanjutnya, ia mengatakan bisa saja hal yang terjadi merupakan bagian dari peristiwa yang terjadi di Ilaga beberapa waktu sebelumnya.

�Mereka ini cari apa turun ke bawah, ke kampung. Kelihatannya ada tugas, tugas apa di bawah? di bawah ada pos koramil, perlu pelajari baik persoalan ini. Jangan sampai persoalan ini mungkin bagian dari Ilaga, orang bunuh orang bawa senjata, itu yang perlu dipelajari semuanya,� jelasnya.

Dengan demikian, jika wilayah atau lokasi-lokasi yang masih dianggap rawan, perlu adanya peningkatan kewaspadaan aparat maupun masyarakat, arena hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi di saat-saat terdapat kelengahan.

�Jika masih dianggap rawan diatas, perlu kewaspadaan, itu bisa terjadi karena lengah, tidak siap. Jadi bergerak dari titik satu ke titik lain, perlu kewaspadaan,� tandasnya. (Eveerth Joumilena)


Sumber: tabloidjubi.com

RAKYAT PAPUA DITIMIKA MERAYAKAN UPACARA & IBADAH HARI LAHIRNYA EMBRIO NEGARA WEST PAPUA



TIMIKA�Ribuan
rakyat Papua Barat Wilayah Timika dimediasi oleh Komite Nasional Papua
Barat  (KNPB) dan penanggung  Jawab lembaga representatif  Parlemen Rakyat Daerah (PRD) menggelar Uparaca
dan ibadah  memperingati hari lahirnya
Embrio Negara West  Papua sejak 1961
hingga kini 2014 berumur 53 tahun, dan mendukung Agenda SIMPOSIUM  bagi para Pemimpin Pejuang Papua Barat di
Vanuatu. Serta gerbang natal 2014.

Pada pukul 07:00
Wpb  rakyat Papua  berkumpul di kantor KNPB-PRD Wilayah
Bomberay, inti dari kegiatan kali ini Dalam Perayaan  hari bersejara bagi Orang Asli Papua (OAP)
maka  KNPB-PRD  Wilayah Timika mekakukan 3 agenda  besar yaknni,

Pertama,  1 Desember 2014, Upacara dan
Ibadah untuk memperingati Hari Lahirnya Embrio Negara West Papua yang Ke 53
tahun rakyat Papua dan bangsa Papua beradah dalam penindasan Kolonialisme
Indonesia dan Kapitalisme Asing dan militerisme 
membunuh orang papua  sejak
1961-2014 saat ini.

Kedua, 1 Desember 2014, Ibadah syukuran dan mendukung Agenda Simposium bagi
para pemimpin Pejuang Papua Barat di
Vanuatu berlangsung hari ini 1 desember- 4 desember 2014.

Ketiga, 1
Desember  2014, juga Ibadah Gerbang
Natal  ini adalah salah satu  ibadah yang harus dirayakan oleh umat kristen
seluruh dunia termasuk Penjajah Indonesia dan Papua Barat di Timika.
Ibadah gerbang
Natal dilakukan  untuk mensyukuri karena
umat kristen akan masuk dalam bulan suci karena melalui ibadah gerbang natal
kita akan  syukur atas  Yesus Kristus lahir di kandang hina demi umat
Manusia didunia.  Dia Raja Atas Segala
Raja tapi dia lahir dan  mati  demi dosa 
umat manusia.

Pada Pukul 08:00
Wpb, Polisi dan Tentara melakukan Sweeping di jalan Gorong-Gorong depan
Gereja  GKIP Antiokian dan Jalan sosial
dekat  ujung lapanan terbang moses
kilangan polisi dan tentara  prkir mobil
5 dan 4 truk 3 mobil dalmas.

pada pukul 09.00
Wpb, acara mulai, masa dari setiap sektor mulai merapat/memadati di kantor
walaupun Polisi dan tentara masih sweeping dan menakuti rakyat yang datang ikut
uparaca dan Ibadah perayaan Hut proklamasi bangsa Papua.

Acara pembukaan di
awali dengan Lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua di pandu oleh S. Jikmau dalam
menyanyikan lagu kebangsaan Papua rakyat Papua ada yang menangis dan menghayati
lirik dari lagu tersebut.

Sekitar pukul 10:30
Wpb,  saat ibadah berlangsung
Tentara  Polisi Militer (POM) dengan
Pakian Lengkap dari arah Gorong-gorong mulai memasuki jalan Freeport Lama  dekat Kantor KNPB-PRD sebanyak 150-an lebih,
tujuan mereka datang untuk membubarkan Upacara dan Ibadah Perayaan Hut Embrio
Bangsa West Papua.

Namun jumlah masa
lebih banyak dari anggota tentara, maka mereka balik dan mereka bilang kita
hanya memantau dan patroli  saja. Kata
Pimpinan tentara itu.

Pada Pukul 11:00,
Wpb pembacaan pernyataan politik oleh Perwakilan dari PRD Wilayah Timika, di
lanjut dengan Pembacaan Sejarah Perjuangan Bangsa Papua di bacakan oleh
Perwakilan dari KNPB Wilayah Timika.

Kemudian dilanjut
dengan Pembacaan Situasi Politik  di
Papua barat dilakukan  oleh Indonesia
untuk menguasai Papua dengan cara halus seperti Pemekaran, penerimaan PNS,
Transmigrasi itu merupakan Operasi Inteljen di masa orde baru.

Masa orde lama
Sukarno suharto melakukan Daerah Operasi Militer (DOM) untuk mereka merebut
Papua,  tujuan mereka untuk menguasai
Papua demi kekayaan alam Papua. Dengan berbagai Operasi membunuh orang Papua
yang mempertahankan Ideologi bangsa West Papua.

Pada pukul 12:30
Wpb, Arahan dari Perwakilan KNPB intinya orang 
Papua harus sadar diri mencintai Tuhan yang menjadikan Tanah Papua dan
mencintai Jati diri sebagai bangsa yang merdeka, sehingga kita ada didalm garis
komando yang jelas karena KNPB-PRD berani nyatakan LAWAN di depan publik.

Bicara Papua
merdeka sembunyi-sembunyi itu stop jika berani mari kita bersatu untuk kita
merebut kedaulatan bangsa Papua. Agenda papua berdeka sekarang ada di vanuatu
untuk membicarakan mempersatukan Garis komando garis kerja menuju Papua
merdeka. Jadi rakyat Papua jaga diri baik-baik. Tutur ketua militan Knpb
Wilayah Timika Yoner Uaga.

Sekitar pukul 13.00
Wpb. Ibadah  Selesai dan salam-salaman
untuk saling mengenali satu sama lainnya 
demi memperkuat tali persaudaraaan antara satu sama lainnya.  (KnpbnewsTimika)


 
Copyright © 2013 -2018 KNPBnews
Design by FBTemplates | BTT