BREAKING

Senin, 01 Desember 2014

SEKRETARIAT KNPB & KANTOR PRD WILAYAH MERAUKE DIKEPUNG

TANGGAL 01 DESEMBER 2014 SEKRETARIAT KNPB & KANTOR PRD WILAYAH MERAUKE DIKEPUNG OLEH GABUNGAN TNI/POLRI DAN PENANGKAPAN SATU AKTIVIS KNPB MERAUKE.

Merauke,KNPBNews � Senin (01/12/14) sekitar jam 08.00 pagi Sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dikepung dan dijaga ketat oleh gabungan TNI/Polri yang dipimpin oleh Kapolsek Merauke kota, AKP. Leonardo Yoga, S.IK.
Penjagaan terus diperketat dan sekitar jam 09.00 pagi Tuan. Emerikus Kakupu keluar dari sekretariat KNPB dan PRD Wil. Merauke dengan tujuan memasukan tema dukungan untuk membuat spanduk dukungan simposium dan HUT Kemerdekaan Papua Barat di tempat cetak spanduk namun dia dibuntuti oleh polisi. Setelah spanduk dicetak sekitar jam 10.00 pagi Tuan. Emerikus mengambil dan mengantar kesekretariat tetapi dia dibuntuti dan ditangkap oleh polisi di jalan bupul yang jaraknya sekitae 100 Meter yang tidak jauh dari sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dan kemudian dibawah ke polres Merauke ditahan dan diinterogasi olah satuan reskrim polres merauke, namun Sebagai penanggungjawab ketua KNPB dan Sekjend PRD Wil. Merauke bersama beberapa kru pergi ke polres merauke untuk membebaskan tuan Emerikus. Interogas dilakukan selama tujuh jam dari jam 10.00 � 17.00 WPB dan tuan Emerikus dipulangkan.

Tanggal 01 Desember 2014 ini disadari olah Rakyat Bangsa Papua Barat sehingga pada hari ini Senin, masyarakat secara spontanitas berdatangan ke Sekretariat KNPB dan PRD Wil. Merauke untuk saling membagi dan memberi salam selamat HUT Kemerdekaan Papua Barat yang ke � 53, walaupun tidak ada undangan secara terbuka kepada masyarakat terkaik kegiatan tgl 01 Desember. Oleh karena itu kami badan pengurus KNPB dan PRD Wilayah Merauke bersama anggota dan masyarakat melakukan perayaan HUT kemerdekaan serta dukungan secara spontan dengan melakukan doa bersama di sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke dan dilanjutkan dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan putar lagu-lagu perjuangan di sekretariat KNPB dan Kantor PRD Wil. Merauke sampai jam 18.00 WPB.




Sumber : Group KNPB

Jumat, 28 November 2014

1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

PM Vanuatu: 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

  JAYAPURA,  � Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BP-KNPB) meminta dukungan doa rakyat Papua Barat terkait agenda pertemuan pemimpin-pemimpin pejuang West Papua yang akan berlansung di Vanuatu, 1 Desember 2014 mendatang.

Juru BIcara KNPB, Bazoka Logo, saat mengelar jumpa pers, Kamis (27/11/14) siang, mengatakan, Perdana Menteri Vanuatu Joe Natuman telah mengumumkan 1 Desember sebagai hari libur nasional Vanuatu dalam memberikan dukungan kepada rakyat Papua.
�Selain merayakan momen 1 Desember, simposium juga akan digelar untuk menyatukan ide dan persepsi pemimpin politik rakyat Papua Barat, kami juga senang karena Vanuatu menetapkan 1 Desember sebagai hari libur nasional,� kata Bazoka.
Menurut Bazoka, simposium secara resmi akan dibuka pada 1 Desember 2014, dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2014.
Aktivis kemerdekaan Papua Barat di beberapa negara, seperti Belanda, PNG, Australia, Inggris,New Zeland, dan Timor Leste dikabarkan juga akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Papua Barat.
�Status Papua Barat secara eksplisit sudah disampaikan oleh Muhammad hatta, ketua delegasi Indonesia, bahwa masalah Irian Barat tidak perlu dipersolakan karena bangsa Papua berhak menjadi Bangsa yang meredeka,� ujarnya.
Kata Bazoka, hal tersebut terbukti dengan rakyat papua Barat tidak mengambil bagian dalam sumpah pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928.
�Dalam sumpah pemuda tidak pernah ada wakil Papua yang hadir, karena itu kami tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya Indonesia itu.� tegasnya.
KNPB juga menghimbau perwakilan pemimpin-pemimpin perjuangan Papua Barat untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mempertahankan prinsip masing-masing, tetapi mencari jalan terbaik bagi kemerdekaan rakyat Papua.
�Kami di tanah air akan menggelar doa untuk pertemuaan nanti, persatuan dan kesatuaan menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat sangat kami butuhkan,� tegasnya.

(suarapapua.com/Media Papua)

 Editor : Oktovianus Pogau

KNPB Desak Diplomat Faksi Politik Papua Merdeka Bersatu di Vanuatu


 Logo KNPB (ist)

Abepura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat mendesak sejumlah diplomat Politik Faksi Politik Papua Merdeka yang akan menggelar sidang penyatuan kembali di Vanuatu pada 30-4 Desember mendatang,  harus  membawa kepentingan politik rakyat West Papua bersatu dalam wadah politik bersama dan mengeyampingkan ego.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara KNPB, Bazoka Logo, kepada Jubi di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis(27/11) kemarin. �Kami hanya mau melihat kepentingan politik. Kami tidak mau melihat faksinya dari mana hadir di sana,�kata Logo yang didampingi sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap dan sejumlah aktivis.
Menurut Logo, tiga komponen, West Papua Nasional Coalition and Liberation (WPNCL), Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Negara Federal Republik Papua Barat (NRFPB) dan organ lainya yang akan hadir harus mengedepankan kepentingan bersama dan menyatukan langkah politik bersama. Langkah bersama mengajukan aplikasi keanggotaan West Papua di MSG.
�Kami desak mereka tentukan langka yang tepat. Siapapun boleh jadi perwakilan. Intinya orang Papua menjadi anggota MSG dengan cara bergabung salah atau wadah politik atau merekomendasikan salah satunya harus menjadi anggota MSG,�katanya.

Kalau mau, atau mestinya, kata Logo, semua faksi politik yang hadir harus sepakat kembali ke sejarah politik Papua Merdeka. Semua Kembali ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau ke Dewan New Guinea Rad yang pernah menyiapkan kemerdekaan embrio kemerdekaan akhir tahun 1960.
�Kalau pikir wadah, kembali ke OPM atau ke New Guinea Rad. Kalau pikir struktur harus ke New Guinea Rad karena sudah ada dalam sejarah struktur pemerintahan Belanda,�katanya.
Pernyataan senada disampaikan sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap. Ia mendesak sejumlah perwakilan yang akan menghadiri pertemuan agenda penyatuan harus komit bersatu.Persatuan yang memuluskan agenda politik Papua di kawasann Pacific nantinya.
�Hilangkan ego masing-masing harus bersatu membagi peran. Pulang semuanya harus kerja sesuai rencana. Kedepankan kepentingan rakyat Papua,�katanya.
Suhniap mengancam mengambil alih semua agenda perjuangan dari semua faksi politik. � Mereka tidak boleh gagal bersatu membawa West Papua masuk MSG. Kalau sampai terjadi date lock, anak muda siap kudeta,�tegasnya. (Mawel Benny)

Sumber : Jubionline

Selasa, 25 November 2014

BUCHTAR TABUNI : PNWP DAN KNPB SIAP MENGHADIRI PERTEMUAN DI VANUATU

Ketua PNWP Buchtar Tabuni dan 
Gubernur New Capital District (NCD)
Powes Parkop (foto, Buchtar Tabuni)
Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), siap menghadiri dan menyukseskan Pertemuan West Papua di Vanuatu.

Pada kesempatan ini saya perlu menyampaikan bahwa Parlemen Nasional West Papua ( PNWP) yang di dalamnya terdapat 23 Parlemen Rakyat Daerah ( PRD) beserta Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) telah siap untuk menghadiri dan menyukseskan pertemuan gerakan kemerdekaan West Papua di Vanuatu.

PNWP dan KNPB mempunyai satu manjemen perjuangan dimana PNWP adalah kamar representative politik nasional perjuangan West Papua, dan KNPB adalah kamar media untuk mendiasi rakyat untuk melaksanakan keputusan politik yang disepakati bersama PNWP dan KNPB secara nasional.

Pentingnya Agenda konsolidasi kelompok-kelompok gerakan Papua merdeka ini juga merupakan tuntutan Rakyat Melanesia di West Papua, dimana tuntutan ini telah di putuskan pada Sidang Tahunan PNWP ke 1 pada tahun 2013 dan Sidang ke 2 tahun 2014 tentang mendukung sikap politik pemerintah Vanuatu dan siap menyukseskan pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu sebagai bagian dari konsolidasi gerakan perjuangan West Papua.

Pada awal rencana pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu ini, PNWP dan KNPB pada prinsipnya sangat respon untuk mendukungnya, hal ini kami telah nyatakan secara terbuka dalam bentuk melakukan aksi dukungan terhadap pemerintah Vanuatu karena mendukung dan membawa West Papua pada forum international ( Regional, forum Negara-negara persemakmuran dan Sidang-sidang PBB).

Negara yang secara resmi dan terbuka untuk menyatakan dukungan dan bersama perjuangan West Papua adalah Vanuatu, maka tentu PNWP dan KNPB sangat respon terhadap sikap-sikap pemerintah Vanuatu untuk memfasilitasi konsolidasi gerakan dan pengelolaan manajemen perjuangan kemerdekaan West Papua.

Saya juga telah pastikan bahwa, Free West Papua Campaign yang ada di PNG di bawa pimpinan Gubernur Port Moresby, Tuan Powes Parkop untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu.

Hal ini menunjukan bahwa PNWP, KNPB dan Free West Papua Campaign telah siap untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan itu guna menyamakan pikiran-pikiran dan mendorong satu agenda bersama.


Pada kesempatan ini juga saya mengajak kelompok-kelompok gerakan kemerdekaan West Papua lain untuk dapat menghadiri pertemuan itu dan tidak berpegan pada egoisme yang dimilikinya. Inilah saatnya kita mengakhiri perbedaan yang ada dan mengakui perbedaan yang kita miliki dan menyatakan satu langkah bersama untuk memantapkan dan meningkatkan gerakan perjuangan kita yang solid dan berkualitas.

Kesempatan ini juga saya menghimbau kepada seluruh komponen rakyat West Papua untuk menunjukan sikap politik anda dan bersama mendukung serta menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu itu.
Hormat Saya

Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP)

  Buchtar Tabuni

VICTOR YEIMO : 1 DESEMBER BINTANG FAJAR WAJIB BERKIBAR

KNPB: 1 Desember 2014, Bintang Fajar Wajib Berkibar!
Perihal : Seruan Umum Perayaan 1 Desember 2014

Isi Seruan:
1. Segera lakukan persiapan perayaan hari Manifesto Kemerdekaan West Papua yang ke-53, 1 Desember 2014 di seluruh wilayah teritori West Papua.


2. Semua orang Papua wajib meliburkan diri dari aktivitas lain, dan wajib merayakan HUT ke-53 Kemerdekaan West Papua dengan mengibarkan bendera bintang fajar serta menyanyikan lagu kebangsaan West Papua �Hai Tanahku Papua� di tempat masing-masing melalui ibadah atau upacara, baik secara terbuka atau tertutup.


3. Perayaan diisi dengan dukungan doa bagi agenda pertemuan Pemimpin-Pemimpin Perjuangan West Papua yang akan berlangsung di Vanuatu, 1 Desember hingga 4 Desember 2014 nanti.


Demikian seruan ini disampaikan secara terbuka bagi seluruh anak negeri Papua, diatas teritori West Papua.

Selamat Merayakan Hari Manifesto Kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2014.

Port Numbay, 25 November 2014

Victor F. Yeimo
Ketua Umum KNPB

Senin, 24 November 2014

Ketua KNPB Nabire dan Dogiyai Sakit di Sel Tahanan Polres Nabire

Para anggota KNPB di Sel Polres Nabire, Senin (24/11/14). Foto: MS
Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Sadrak Kudiay dan Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai sedang mengalami sakit di sel tahapan Kepolisian Resort Nabire.

Siang tadi, Senin (24/11/14), kepada majalahselangkah.com, Sadrak Kudiay mengatakan, saat ini, dirinya dan David Pigai sedang mengalami sakit.

"Ketua KNPB Dogiyai saat ini sakit. Dia sakit akibat kakinya yang ditembak polisi. Ada juga tikaman sangkur di otak kecil dan pukulan aparat yang berat," tutur Sadrak.

Dalam kondisi sakit itu, kata Sadrak, para tahanan KNPB tidak diberikan makanan dan minuman dengan baik. Akibatnya, ia bersama beberapa orang mulai sakit peruk dan maag.

"Kami makan juga tidak betul di sini, airnya air sumur. Sudah 4 hari di sini, saya sudah sakit. Makanan yang ada juga pedis jadi sakit maag dari beberapa orang termasuk saya muncul lagi. Kami diperlakukan tidak adil padahal kami ini ditangkap di titik kumpul. Jangankan kami buat anarkis, tangkap saja sebelum mulai aksi, saat kumpul. Tapi, polisi bilang kami anarkis, kapan kami anarkis?" kata Sadrak.

"Kami butuh advokasi dari lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia dan Hukum untuk kemanusiaan dan keadilan kami. Kami mau sampaikan pada dunia bahwa kami sedang dibungkam, tidak ada demokrasi, tidak ada keadilan bagi orang Papua. Kami melawan semua yang dilawan oleh dunia tapi kami malah diisolasi," kata Sadrak.

Diketahui, Ibadah pada Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan dukungan pembentukan ILWP di Belanda pada 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai. Sebanyak 22 aktivis, 10 orang dari Nabire dan 12 orang dari Dogiyai ditangkap.

Hingga sore tadi, 10 aktivis KNPB yang terdiri dari 6 aktivis dari Nabire dan 4 aktivis dari Wilayah Dogiyai masih di tahanan. Aktivis dari Nabire adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

Sementara 4 aktivis KNPB dari Dogiyai yang masih ditahan di sel Polres Nabire adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine. (GE/003/HI/MS)


Sumber :  www.majalahselangkah.com

Ibadah Syukur HUT KNPB Kaimana Diganggu Polisi

Logo KNPB (ist)
Jayapura, Jubi - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kaimana diganggu Polres Kaimana.

"Pada Rabu 19 November 2014 lalu, kami bersama Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Kaimana bersama Rakyat Bangsa Papua Barat merayakan ulang tahun KNPB  dan dukungan atas peluncuran kantor International Lawyers for West Papua (ILWP) di Belanda," kata Ruben Furay, Ketua KNPB Kaimana melalui rilis yang diterima Jubi, Minggu (23/11).

Lanjut Furay, kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WP ini dihadiri oleh lebih dari 700 masa Rakyat Papua Barat. Dalam pelaksanaan kegiatan, kepolisian Resor Kaimana sempat memaksa untuk memasuki arena kegiatan sehingga terjadi keributan yang mengakibatkan kegiatan  ibadah tidak berlangsung dengan baik.

"Hal ini dimulai dari tindakan Wakapolres Kaimana, yang menembus batas tanpa ijin pihak KNPB dan Parlemen dengan membuka secara paksa pagar di lingkungan kegiatan. Pelaksanaan ibadah yang sementara berlangsung berhenti sejenak karena melihat massa rakyat mulai meluapkan amarah kepada pihak Kepolisian dan terjadi aksi adu mulut," tutur Furay.


Seusai adu mulut dengan pihak kepolisian, lanjut Furay, ibadah yang tadinya direncanakan akan berlangsung baik itu dibatasi oleh Kapolres Kaimana bersama pasukan sehingga pelaksanaan ibadah tidak berjalan normal sesuai dengan agenda sebenarnya.

"Hal ini bagi kami merupakan suatu tindakan pelanggaran HAM dalam konteks umat beragama. Kepolisian Resor Kaimana tidak mengindahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dalam Piagam PBB No.117. Juga Kovenan Internasional tentang Hak sipil dan Politik yang tertuang di dalam Pasal 19 dan 21," kata Furay lagi.


Untuk itu, KNPB dan PRD Kaimana meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menghargai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, juga mengakui hak-hak sipil Rakyat Bangsa Papua Barat seperti yang tertuang pada DUHAM Pasal 3.

Di rilis yang sama, Frits, salah satu anggota KNPB juga meminta kepada Kapolda Papua agar segera menggantikan Kapolres dan Wakapolres Kaimana karena telah mengganggu kebebasan umat beragama dalam pelaksanaan ubadah perayaan HUT Ke-6 KNPB di Kaimana.

"Indonesia agar mengakui perjuangan bangsa Papua Barat yang dimotori oleh KNPB dan PRD," kata Frits dalam rilis tersebut. (Aprila Wayar)


Sumber :  www.tabloidjubi.com
 
Copyright © 2013 -2018 KNPBnews
Design by FBTemplates | BTT