BREAKING

Jumat, 28 November 2014

1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

PM Vanuatu: 1 Desember Libur Nasional Kemerdekaan Papua di Vanuatu

  JAYAPURA,  � Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BP-KNPB) meminta dukungan doa rakyat Papua Barat terkait agenda pertemuan pemimpin-pemimpin pejuang West Papua yang akan berlansung di Vanuatu, 1 Desember 2014 mendatang.

Juru BIcara KNPB, Bazoka Logo, saat mengelar jumpa pers, Kamis (27/11/14) siang, mengatakan, Perdana Menteri Vanuatu Joe Natuman telah mengumumkan 1 Desember sebagai hari libur nasional Vanuatu dalam memberikan dukungan kepada rakyat Papua.
�Selain merayakan momen 1 Desember, simposium juga akan digelar untuk menyatukan ide dan persepsi pemimpin politik rakyat Papua Barat, kami juga senang karena Vanuatu menetapkan 1 Desember sebagai hari libur nasional,� kata Bazoka.
Menurut Bazoka, simposium secara resmi akan dibuka pada 1 Desember 2014, dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2014.
Aktivis kemerdekaan Papua Barat di beberapa negara, seperti Belanda, PNG, Australia, Inggris,New Zeland, dan Timor Leste dikabarkan juga akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Papua Barat.
�Status Papua Barat secara eksplisit sudah disampaikan oleh Muhammad hatta, ketua delegasi Indonesia, bahwa masalah Irian Barat tidak perlu dipersolakan karena bangsa Papua berhak menjadi Bangsa yang meredeka,� ujarnya.
Kata Bazoka, hal tersebut terbukti dengan rakyat papua Barat tidak mengambil bagian dalam sumpah pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928.
�Dalam sumpah pemuda tidak pernah ada wakil Papua yang hadir, karena itu kami tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya Indonesia itu.� tegasnya.
KNPB juga menghimbau perwakilan pemimpin-pemimpin perjuangan Papua Barat untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mempertahankan prinsip masing-masing, tetapi mencari jalan terbaik bagi kemerdekaan rakyat Papua.
�Kami di tanah air akan menggelar doa untuk pertemuaan nanti, persatuan dan kesatuaan menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat sangat kami butuhkan,� tegasnya.

(suarapapua.com/Media Papua)

 Editor : Oktovianus Pogau

KNPB Desak Diplomat Faksi Politik Papua Merdeka Bersatu di Vanuatu


 Logo KNPB (ist)

Abepura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat mendesak sejumlah diplomat Politik Faksi Politik Papua Merdeka yang akan menggelar sidang penyatuan kembali di Vanuatu pada 30-4 Desember mendatang,  harus  membawa kepentingan politik rakyat West Papua bersatu dalam wadah politik bersama dan mengeyampingkan ego.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara KNPB, Bazoka Logo, kepada Jubi di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis(27/11) kemarin. �Kami hanya mau melihat kepentingan politik. Kami tidak mau melihat faksinya dari mana hadir di sana,�kata Logo yang didampingi sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap dan sejumlah aktivis.
Menurut Logo, tiga komponen, West Papua Nasional Coalition and Liberation (WPNCL), Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Negara Federal Republik Papua Barat (NRFPB) dan organ lainya yang akan hadir harus mengedepankan kepentingan bersama dan menyatukan langkah politik bersama. Langkah bersama mengajukan aplikasi keanggotaan West Papua di MSG.
�Kami desak mereka tentukan langka yang tepat. Siapapun boleh jadi perwakilan. Intinya orang Papua menjadi anggota MSG dengan cara bergabung salah atau wadah politik atau merekomendasikan salah satunya harus menjadi anggota MSG,�katanya.

Kalau mau, atau mestinya, kata Logo, semua faksi politik yang hadir harus sepakat kembali ke sejarah politik Papua Merdeka. Semua Kembali ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau ke Dewan New Guinea Rad yang pernah menyiapkan kemerdekaan embrio kemerdekaan akhir tahun 1960.
�Kalau pikir wadah, kembali ke OPM atau ke New Guinea Rad. Kalau pikir struktur harus ke New Guinea Rad karena sudah ada dalam sejarah struktur pemerintahan Belanda,�katanya.
Pernyataan senada disampaikan sekretaris KNPB Pusat, Ones Suhuniap. Ia mendesak sejumlah perwakilan yang akan menghadiri pertemuan agenda penyatuan harus komit bersatu.Persatuan yang memuluskan agenda politik Papua di kawasann Pacific nantinya.
�Hilangkan ego masing-masing harus bersatu membagi peran. Pulang semuanya harus kerja sesuai rencana. Kedepankan kepentingan rakyat Papua,�katanya.
Suhniap mengancam mengambil alih semua agenda perjuangan dari semua faksi politik. � Mereka tidak boleh gagal bersatu membawa West Papua masuk MSG. Kalau sampai terjadi date lock, anak muda siap kudeta,�tegasnya. (Mawel Benny)

Sumber : Jubionline

Selasa, 25 November 2014

BUCHTAR TABUNI : PNWP DAN KNPB SIAP MENGHADIRI PERTEMUAN DI VANUATU

Ketua PNWP Buchtar Tabuni dan 
Gubernur New Capital District (NCD)
Powes Parkop (foto, Buchtar Tabuni)
Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), siap menghadiri dan menyukseskan Pertemuan West Papua di Vanuatu.

Pada kesempatan ini saya perlu menyampaikan bahwa Parlemen Nasional West Papua ( PNWP) yang di dalamnya terdapat 23 Parlemen Rakyat Daerah ( PRD) beserta Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) telah siap untuk menghadiri dan menyukseskan pertemuan gerakan kemerdekaan West Papua di Vanuatu.

PNWP dan KNPB mempunyai satu manjemen perjuangan dimana PNWP adalah kamar representative politik nasional perjuangan West Papua, dan KNPB adalah kamar media untuk mendiasi rakyat untuk melaksanakan keputusan politik yang disepakati bersama PNWP dan KNPB secara nasional.

Pentingnya Agenda konsolidasi kelompok-kelompok gerakan Papua merdeka ini juga merupakan tuntutan Rakyat Melanesia di West Papua, dimana tuntutan ini telah di putuskan pada Sidang Tahunan PNWP ke 1 pada tahun 2013 dan Sidang ke 2 tahun 2014 tentang mendukung sikap politik pemerintah Vanuatu dan siap menyukseskan pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu sebagai bagian dari konsolidasi gerakan perjuangan West Papua.

Pada awal rencana pertemuan West Papua yang difasilitasi pemerintah Vanuatu ini, PNWP dan KNPB pada prinsipnya sangat respon untuk mendukungnya, hal ini kami telah nyatakan secara terbuka dalam bentuk melakukan aksi dukungan terhadap pemerintah Vanuatu karena mendukung dan membawa West Papua pada forum international ( Regional, forum Negara-negara persemakmuran dan Sidang-sidang PBB).

Negara yang secara resmi dan terbuka untuk menyatakan dukungan dan bersama perjuangan West Papua adalah Vanuatu, maka tentu PNWP dan KNPB sangat respon terhadap sikap-sikap pemerintah Vanuatu untuk memfasilitasi konsolidasi gerakan dan pengelolaan manajemen perjuangan kemerdekaan West Papua.

Saya juga telah pastikan bahwa, Free West Papua Campaign yang ada di PNG di bawa pimpinan Gubernur Port Moresby, Tuan Powes Parkop untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu.

Hal ini menunjukan bahwa PNWP, KNPB dan Free West Papua Campaign telah siap untuk menghadiri dan menyuseskan pertemuan itu guna menyamakan pikiran-pikiran dan mendorong satu agenda bersama.


Pada kesempatan ini juga saya mengajak kelompok-kelompok gerakan kemerdekaan West Papua lain untuk dapat menghadiri pertemuan itu dan tidak berpegan pada egoisme yang dimilikinya. Inilah saatnya kita mengakhiri perbedaan yang ada dan mengakui perbedaan yang kita miliki dan menyatakan satu langkah bersama untuk memantapkan dan meningkatkan gerakan perjuangan kita yang solid dan berkualitas.

Kesempatan ini juga saya menghimbau kepada seluruh komponen rakyat West Papua untuk menunjukan sikap politik anda dan bersama mendukung serta menyuseskan pertemuan West Papua di Vanuatu itu.
Hormat Saya

Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP)

  Buchtar Tabuni

VICTOR YEIMO : 1 DESEMBER BINTANG FAJAR WAJIB BERKIBAR

KNPB: 1 Desember 2014, Bintang Fajar Wajib Berkibar!
Perihal : Seruan Umum Perayaan 1 Desember 2014

Isi Seruan:
1. Segera lakukan persiapan perayaan hari Manifesto Kemerdekaan West Papua yang ke-53, 1 Desember 2014 di seluruh wilayah teritori West Papua.


2. Semua orang Papua wajib meliburkan diri dari aktivitas lain, dan wajib merayakan HUT ke-53 Kemerdekaan West Papua dengan mengibarkan bendera bintang fajar serta menyanyikan lagu kebangsaan West Papua �Hai Tanahku Papua� di tempat masing-masing melalui ibadah atau upacara, baik secara terbuka atau tertutup.


3. Perayaan diisi dengan dukungan doa bagi agenda pertemuan Pemimpin-Pemimpin Perjuangan West Papua yang akan berlangsung di Vanuatu, 1 Desember hingga 4 Desember 2014 nanti.


Demikian seruan ini disampaikan secara terbuka bagi seluruh anak negeri Papua, diatas teritori West Papua.

Selamat Merayakan Hari Manifesto Kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2014.

Port Numbay, 25 November 2014

Victor F. Yeimo
Ketua Umum KNPB

Senin, 24 November 2014

Ketua KNPB Nabire dan Dogiyai Sakit di Sel Tahanan Polres Nabire

Para anggota KNPB di Sel Polres Nabire, Senin (24/11/14). Foto: MS
Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire, Sadrak Kudiay dan Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai sedang mengalami sakit di sel tahapan Kepolisian Resort Nabire.

Siang tadi, Senin (24/11/14), kepada majalahselangkah.com, Sadrak Kudiay mengatakan, saat ini, dirinya dan David Pigai sedang mengalami sakit.

"Ketua KNPB Dogiyai saat ini sakit. Dia sakit akibat kakinya yang ditembak polisi. Ada juga tikaman sangkur di otak kecil dan pukulan aparat yang berat," tutur Sadrak.

Dalam kondisi sakit itu, kata Sadrak, para tahanan KNPB tidak diberikan makanan dan minuman dengan baik. Akibatnya, ia bersama beberapa orang mulai sakit peruk dan maag.

"Kami makan juga tidak betul di sini, airnya air sumur. Sudah 4 hari di sini, saya sudah sakit. Makanan yang ada juga pedis jadi sakit maag dari beberapa orang termasuk saya muncul lagi. Kami diperlakukan tidak adil padahal kami ini ditangkap di titik kumpul. Jangankan kami buat anarkis, tangkap saja sebelum mulai aksi, saat kumpul. Tapi, polisi bilang kami anarkis, kapan kami anarkis?" kata Sadrak.

"Kami butuh advokasi dari lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia dan Hukum untuk kemanusiaan dan keadilan kami. Kami mau sampaikan pada dunia bahwa kami sedang dibungkam, tidak ada demokrasi, tidak ada keadilan bagi orang Papua. Kami melawan semua yang dilawan oleh dunia tapi kami malah diisolasi," kata Sadrak.

Diketahui, Ibadah pada Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan dukungan pembentukan ILWP di Belanda pada 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai. Sebanyak 22 aktivis, 10 orang dari Nabire dan 12 orang dari Dogiyai ditangkap.

Hingga sore tadi, 10 aktivis KNPB yang terdiri dari 6 aktivis dari Nabire dan 4 aktivis dari Wilayah Dogiyai masih di tahanan. Aktivis dari Nabire adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

Sementara 4 aktivis KNPB dari Dogiyai yang masih ditahan di sel Polres Nabire adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine. (GE/003/HI/MS)


Sumber :  www.majalahselangkah.com

Ibadah Syukur HUT KNPB Kaimana Diganggu Polisi

Logo KNPB (ist)
Jayapura, Jubi � Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kaimana diganggu Polres Kaimana.

�Pada Rabu 19 November 2014 lalu, kami bersama Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Kaimana bersama Rakyat Bangsa Papua Barat merayakan ulang tahun KNPB  dan dukungan atas peluncuran kantor International Lawyers for West Papua (ILWP) di Belanda,� kata Ruben Furay, Ketua KNPB Kaimana melalui rilis yang diterima Jubi, Minggu (23/11).

Lanjut Furay, kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WP ini dihadiri oleh lebih dari 700 masa Rakyat Papua Barat. Dalam pelaksanaan kegiatan, kepolisian Resor Kaimana sempat memaksa untuk memasuki arena kegiatan sehingga terjadi keributan yang mengakibatkan kegiatan  ibadah tidak berlangsung dengan baik.

�Hal ini dimulai dari tindakan Wakapolres Kaimana, yang menembus batas tanpa ijin pihak KNPB dan Parlemen dengan membuka secara paksa pagar di lingkungan kegiatan. Pelaksanaan ibadah yang sementara berlangsung berhenti sejenak karena melihat massa rakyat mulai meluapkan amarah kepada pihak Kepolisian dan terjadi aksi adu mulut,� tutur Furay.


Seusai adu mulut dengan pihak kepolisian, lanjut Furay, ibadah yang tadinya direncanakan akan berlangsung baik itu dibatasi oleh Kapolres Kaimana bersama pasukan sehingga pelaksanaan ibadah tidak berjalan normal sesuai dengan agenda sebenarnya.

�Hal ini bagi kami merupakan suatu tindakan pelanggaran HAM dalam konteks umat beragama. Kepolisian Resor Kaimana tidak mengindahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dalam Piagam PBB No.117. Juga Kovenan Internasional tentang Hak sipil dan Politik yang tertuang di dalam Pasal 19 dan 21,� kata Furay lagi.


Untuk itu, KNPB dan PRD Kaimana meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menghargai kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, juga mengakui hak-hak sipil Rakyat Bangsa Papua Barat seperti yang tertuang pada DUHAM Pasal 3.

Di rilis yang sama, Frits, salah satu anggota KNPB juga meminta kepada Kapolda Papua agar segera menggantikan Kapolres dan Wakapolres Kaimana karena telah mengganggu kebebasan umat beragama dalam pelaksanaan ubadah perayaan HUT Ke-6 KNPB di Kaimana.

�Indonesia agar mengakui perjuangan bangsa Papua Barat yang dimotori oleh KNPB dan PRD,� kata Frits dalam rilis tersebut. (Aprila Wayar)


Sumber :  www.tabloidjubi.com

Diisolasi di Polres Nabire, Anggota KNPB Mogok Makan

Aktivis KNPB saat melakukan aksi demo dan dukungan untuk pertemuan ILWP, Kamis, 20 November 2014. (Foto: Dok. KNPB)

Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Perayaan Hari Ulang Tahun ke-VI Komite Nasional Papua Barat (KNPB), 19 September 2014 lalu diwarnai penembakan atas 3 aktivis KNPB di Dogiyai dan 22 aktivis (Nabire 10 orang dan Dogiyai 12 orang) ditangkap.

Sebanyak 10 orang di Nabire ditangkap di dua tempat berbeda di Distrik Nabire Kota. Enam orang atas nama, Agus Tebay (Koordinator Lapangan Aksi), Alibia Kadepa, Hans Edoway, Stefanus Edoway, Kristina Yeimo, Elian Tebay ditangkap di Kelurahan Kalibobo.

Penelusuran majalahselangkah.com, Stefanus Edoway adalah Badan Eksekutif Mahasiswa di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire. Stefanus Edoway dikabarkan ditangkap di areal kampus di depan Rektor.

"Mereka tangkap Stefanus Edoway dalam kampus depan Rektor. Dia belum masuk dalam barisan aksi," kata sumber media ini.

Sementara empat  lainnya ditangkap di Pasar Inpres Karang Tumaritis, Kelurahan Karang Tumaritis. Mereka adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Natan Pigome; Niko Mote; dan Mecky Kadepa.

Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai kepada majalahselangkah.com menjelaskan, ia bersama Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay dan Deserius Goo menyerahkan diri karena rekan-rekannya ditangkap.

"Saya, Alex Pigay dan Deserius Goo menyerahkan diri karena teman kami tangkap. Kami hanya ingin merayakan HUT KNPB di Oyehe. Kami ditangkap di titik star aksi. Mau jalan sudah ditangkap. Koordinator Lapangan Kalibobo, Agus Tebay dipukul polisi saat ditangkap," kata Sadrak.

"Pada malam pertama, kami diisolasi. Kami tidak bisa keluar. Kami buang air di tempat. Tidak makan dan tidak minum. Sekarang ini saja, orang tua kami belum bisa kunjungi. Kunjungan hanya di pos saja," jelasnya.

Pagi tadi, Minggu (23/11/14), Sadrak Kudiay mengatakan, dari 10 orang yang ditangkap di Nabire, saat ini hanya 6 orang masih ditahan. Sementara empat orang lainnya telah dipulangkan.

Enam orang yang masih ditahan adalah Ketua Komisi Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) wilayah Nabire, Yavet Keiya; Ketua KNPB Wilayah Nabire, Sadrak Kudiai; Sekretaris KNPB Wilayah Nabire, Alex Pigay; Koordinator Lapangan Aksi Kalibobo, Agus Tebay; BEM USWIM, Hans Edoway; dan Sekretaris II KNPB Nabire, Deserius Goo.

KNPB Dogiyai


Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai menjelaskan, pada pukul 08:00 waktu setempat, massa aksi telah berkumpul di tiga titik aksi yang telah ditentukan. Kira-kira pukul 09:00, massa aksi menuju ke terminal untuk menyelenggarakan ibadah HUT KNPB.

"Dalam perjalanan kami dihadang oleh polisi dan brimob senjata lengkap. Ada tentara juga siaga dengan senjata lengkap. Kami tawar-menawar. Kami sampaikan kami hanya doa saja. Lebih dari 500-an massa berkumpul dan orasi sebelum doa. Saat itu Wakil Bupati Dogiyai datang dan meminta kami bubar. Tetapi, kami bilang, kami doa 15 menit saja dan akan pulang cepat. Setelah itu kami berdoa sekitar 15 menit dan arahkan massa pulang tertib," jelas Edowai.

Dijelaskan, saat massa membubarkan diri usai ibadah, polisi mengeluarkan tembakan. "Ada tembakan kiri-kanan dan Brimob kejar massa yang sedang pulang itu dari mobil. Ada yang dipukul sampai darah-darah. Saat kami anggota inti KNPB menyerahkan diri, kami distopkan dengan tembakan. Ansel Pigai kaki putus dan dilarikan ke rumah sakit umum Kabupaten Paniai," katanya bersaksi.

Setelah menyerahkan diri, David Pigai (22), Ketua KNPB Dogiyai ditembak dari kolam penyiksaan pos Brimob dan Oktovianus Tebay (17) juga ditembak di kaki. David Pigai dan Oktovianus Tebay bersama 9 orang lainnya, Aneas Anou (Sekretaris KNPB wilayah Dogiyai), Marsel Edowai (Juru Bicara KNPB Dogiyai), Agus Waine, Marten Pigome, Fery Pekey, Willem Pigai, Ausel Pigai, Ausel Pigai (b), Stefanus Goo, dan Thomas Waine, dikirim ke Polres Nabire.

Setelah mengalami pemeriksaan, sebanyak tujuh orang anggota KNPB Dogiyai telah dipulangkan dari tahanan Polres Nabire.

Empat orang masih berada di tahanan Polres Nabire. Mereka yang masih ditahan adalah Ketua KNPB Dogiyai, David Pigai; Sekretaris KNPB Dogiyai, Aneas Anou; Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marsel Edowai; dan Anggota KNPB, Agus Waine.

Mogok Makan

Sebanyak 10 pengurus KPNPB yang terdiri dari KNPB Dogiyai 4 orang dan KPNPB Nabire 6 orang sejak kemarin memulai mogok makan sebagai bentuk protes atas tindakan aparat polisi di tanah Papua.

"Kami ada mogok makan di sini. Kami tidak mau, kebebasan rakyat Papua diisolasi terus menerus dengan tindakan aparat. Di Nabire, Polisi tangkap di titik kumpul, baru mau mulai. Sementara di Dogiyai, acaranya sudah selesai dan saat pengurus KNPB menyerahkan diri langsung main tembak. Apakah ini yang kita bilang demokrasi?" kata Marselus Edoway.

Juru Bicara KNPB Dogiyai, Marselus Edoway menyesalkan, pernyataan Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada salah satu media lokal Papua yang menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB.

"Kami hanya ibadah. Kami ini rakyat sipil biasa. Kami dituduh aneh-aneh, dari mana kami punya senjata?. Usai ibadah, yang menembak adalah polisi karena mereka yang bawa senjata. Tapi, kami tahu, kami selalu dikriminalisasi sejak lama," tuturnya.

Konfirmasi dengan Kepolres Nabire terkait kondisi para tahanan tidak membuahkan hasil setelah komunikasi melalui telepon selulernya tak terhubung. (HI/003/MS)


Sumber :  www.majalahselangkah.com

Sabtu, 22 November 2014

KNPB : POLDA PAPUA MENYAPAIKAN BERITA BOHONG

Aktivis KNPB saat melakukan aksi demo dan dukungan untuk pertemuan ILWP, Kamis, 20 November 2014 (Dok. KNPB)
Jayapura, Jubi � Pernyataan yang disampaikan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua di salah satu media cetak Papua, terbitan Jumat (21/11) dibantah oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
�Polda Papua terus membohongi Rakyat Papua dengan memberitakan infomasi yang tidak benar dan rekayasa. Polda Papua melalui pemberitaan di salah satu media cetak di Papua edisi 21 November 2014 mengatakan anggota KNPB mengeluarkan tembakan menggunakan senjata rakitan dan membawa amunisi dalam aksi demonstrasi di Dogiyai. Itu adalah berita bohong dan tidak benar,� kata Ones Suhuniap, Sekretaris Umum KNPB kepada Jubi (23/11).
Suhuniap juga membantah pernyataan Polda Papua di media yang sama yang mengatakan bahwa anggota kepolisian menembak tiga orang anggota KNPB dengan peluru hampa dan peluru karet.
�Pernyataan itu tidak benar, aparat selalu menggunakan timah panas.� kata Suhuniap.
Menurut Suhuniap, kepolisian di Papua selalu membangun opini yang tidak benar di media menjelang  tanggal 1 Desember. Polisi, kata Suhuniap, memang melakukan skenario seperti ini untuk menakut-nakuti rayat Papua.
Laporan anggota KNPB dan beberapa warga di Dogiyai yang disampaikan kepada Sekretariat KNPB di Jayapura, kata Suhuniap, menyebutkan aksi demonstrasi KNPB di Dogiyai dibubarkan paksa. Polisi tidak melakukan negosiasi dengan masa aksi sebelum mebubarkan aksi demo damai di Terminal Moenamani, Dogiyai.

�KNPB mengeluarkan himbauan secara resmi dan terbuka. Perayaan Hut KNPB VI dan dukungan untuk pertemuan ILWP di Belanda tidak mengunakan cara kekerasan namun melakukan doa bersama dan demo damai.� tambah Suhuniap.
Kronologis insiden pembubaran aksi demo KNPB di Dogiyai itu, sebagaimana dilaporkan oleh anggota KNPB dan masyarakat di Dogiyai, polisi datang tanpa negosiasi, mengeluarkan tembakan untuk membubarkan masa aksi yang telah berkumpul sejak pukul 09.00 WP di Terminal Moenamani.  Kedatangan Tim Gabungan Kepolisian dan Brimob ini, menurut laporan masyarakat terjadi sekitar pukul 11.30 WP. Tidak seperti biasanya, dalam membubarkan aksi demo polisi melakukan negosiasi terlebih dulu, polisi langsung meminta massa aksi bubar ambil mengeluarkan tembakan. 10 menit kemudian, polisi  mengeluarkan tembakan yang lebih masif yang mengakibatkan massa aksi panik. Polisi langsung menangkap sejumlah aktivis KNPB Dogiyai.
�Salah satu korban tembak atas nama Anselmus Pigai, dari Puskesmas Moenamani dibawa ke RSUD Paniai untuk melakukan pengobatan yang lebih insentif.� lanjut Suhuniap.
Suhuniap berpandangan, insiden seperti ini memperlihatkan Pemerintah Indonesia tidak konsisten terhadap peraturan negaranya sendiri. Polda Papua, kata Suhuniap, harus menghargai dan berfungsi sebagai keamanan negaranya. Bukan menjadi aktor kekerasan terhadap Rakyat Papua Barat.

�Di wilayah Papua TNI dan POLRI menjadi aktor utama konflik demokrasi dan menjadi pelaku kriminal terhadap warga sipil,� tambah Suhuniap.
Sebelum pembubaran aksi KNPB di Dogiyai, Kepolisian Resort Nabire telah membubarkan aksi demo damai perayaan HUT KNPB VI. Dalam pembubaran aksi di Nabire ini, Polisi menangkap 13 orang.
Berkaitan dengan insiden pembubaran aksi KNPB ini, melalui salah satu media cetak di Papua (21/11), Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB, sehingga anggotanya kemudian berlindung. Dalam aksi ini, menurut Pudjo, Polisi juga yang mengamankan lima bendera KNPB dalam kegiatan itu. Pudjo menambahkan Kapolda Papua telah memerintahkan Kabidpropam Polda Papua untuk melihat proses pengambilan keputusan dan tahapan yang telah dilakukan sesuai prosedur atau tidak. Selain itu, Kepolisian juga mengkoordinasikan pengamanan dengan berbagai pihak. (Victor Mambor)

Polisi Gunakan Peluru Tajam, Bukan Peluru Karet, Kata KNPB

Agust Kossay Ketua I KNPB (Jubi/Mawel Benny)
Abepura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat (KNPB) memberikan klarifikasi dan pernyataan tegas atas penangkapan 25 anggota KNPB dan penembakan terhadap tiga aktivis dalam demontrasi bertempatan dengan HUT KNPB di Nabire dan Dogoyai pada 19 November lalu.

Ketua I KNPB pusat, Agust Kossay dan Juru Bicaranya, Bazoka Logo dengan tegas membantah pernyataan kepolisian Daerah Papua di media Masa dan mendesak Polda melepaskan para aktivis yang masih ditahan di Polres Nabire.
KNPB menyampaikan empat pernyataan sikap. Pertama, �Polda Papua segera membebaskan 25 Aktivis KNPB wilayah Dogiyai dan Nabire yang sedang ditahan dan diisolasikan di Polres Nabire.�

Kedua, �Polda Papua segera bertanggungjawab atas penembakan 3 aktivis KNPB dogiyai yang kena timah panas anggota Polisi dan Brimob pada saat pembubaran aksi demo damai di Dogiyai.�

Ketiga, �Polda Papua telah melakukan pembohongan publik bahwa 3 aktivis KNPB yang ditembak adalah peluru karet pada kenyataannya tiga korban akibat kena timah panas aparat (peluru tajam).�

Keempat, �Pernyataan Polda Papua tentang penembakan tiga aktivis KNPB karena membawa senjata tajam adalah tidak benar, sesungguhnya polisi datang pada saat aksi tanpa kompromi mengeluarkan tembakan ke arah masa aksi dengan brutal dan menangkap 12 aktivis serta menembak tiga aktivis KNPB Dogoyi pada hal masa aksi tidak melakukan perlawanan,�

Ketua KNPB Pusat, Agust Kosay mengatakan apapun pemerintah Indonesia melalui pihak keamanan tidak akan berefek dalam perlawanan mereka. �KNPB tidak akan pernah mundur. Tidak ada hal yang luar biasa dalam menghadapi Indonesia. Penangkapan, penembakan hal biasa. Kami akan tetap lakukan perlawanan,�tegas Kosay. (Mawel Benny)

Sumber :  www.tabloidjubi.com

KNPB : SENJATA KAMI ADALAH KATA-KATA

Logo KNPB (ist)
Abepura, Jubi � Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menuding pemerintah Indonesia melalui TNI/POLRI menjadi pelaku utama tindak kriminal yang melanggar hukum negara, Hak Asasi Manusia dan demokrasi.

�Di wilayah West Papua, TNI/POLRI selalu menjadi aktor utama konflik demokrasi dan menjadi pelaku kriminal terhadap warga sipil, sangat populer serta menjadi kebiasaan,� kata Bazoka Logo, Juru Bicara KNPB kepada media dalam jumpa persnya di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Jumat (21/11).
�Bagaimana kita mau katakan mereka tidak kriminal kalau KNPB hanya demo membawa spanduk, aparat melepaskan tembakan dan menahan. Penangkapan dengan alasan bawa bom molotov lah, itu yang KNPB tidak pernah lakukan,� tegas Logo.

Katanya KNPB malah berusaha menghargai hukum Indonesia sebelum melakukan aksi, dengan selalu mengirimkan surat pemberitahuan dan turun aksi secara damai. pihaknya juga mengklaim tidak pernah membawa alat tajam selain kata-kata.

�Senjata kami adalah kata-kata,� tegasnya.


Ia mencontohkan kasus terbaru. Polisi melakukan penembakan dan penangkapan terhadap anggota KNPB dalam perayaan HUT KNPB yang ke enam, yang berlangsung di seluruh tanah Papua pada tanggal 19 November lalu. Pasukan Brimob membubarkan masa aksi secara paksa dan melakukan penangkapan terhadap 25 aktivis di wilayah Meepago.

�Polisi menangkap 13 aktivis KNPB wilayah Nabire, aktivis wilayah Dogiyai 12 orang,� ungkap KNPB melalui rilisnya.


Selain menangkap, menurut Logo, polisi berhasil melumpuhkan tiga aktivis.
�Tiga aktivis KNPB Dogiyai ditembak,� katanya. Nama-nama mereka yang ditembak. Arsel Pigai, David Pigai dan Okto Tebay.


David Pigai terkena tembakan di betis kaki kiri dan Okto Tebay terkena tembakan di kaki kanan. Korban atas nama David Pigai masih dirawat di rumah sakit Paniai dan dua korban yang lain telah dirujuk ke Nabire.

�Tulang mereka hancur. Kaki mereka kemungkinan di amputasi,� katanya.

Logo juga menkonfirmasi nama-nama aktivis KNPB Nabire yang ditahan polisi, yakni: Agus Tebay, Deserius Goo, Aliia Kadepa, Hans Edoway, Stefanus Edoway, Kristina Yeimo, Elian Tebay, Yevet Keiya (ketua Komisaris Luar Negeri PNWP), Sadrak Kudiay (ketua Umum wilayah), Alex Pigay (Sekjen Wilayah), Natan Pigome, Mecky Kadepan, Natan Pigay dan Niko Motte.

Kemudian, nama-nama aktivis KNPB Dogiay yang ditangkap polisi adalah Anes Anau (sekretaris), Marsel Saul Edoway (Juru Bicara), David Pigay (Ketua), Agus Waine, Marten Pigome, Okto Tebay, Fery Pekey, Wilem Pigay, Ausel Pigai, Stevanus Goo dan Thomas Waine.

Penangkapan yang terjadi, menurut Logo sangat tidak beralasan.
�Orang bawa spanduk saja kok ditembak? Ini kenapa  kami katakan  Indonesia kriminal,� tegasnya.


Setelah melanggar hukumnya sendiri, sangat tidak manusiawinya Indonesia terhadap orang Papua, menurut Logo, aktivis yang masih ditahan tidak mendapatkan makan dan minum. Perlaku terhadap 25 aktivis yang masih ditahan dengan tahanan lain sangat diskriminatif.

�Mereka yang lain. Orang non Papua boleh mendapat kunjungan keluarga sementara keluarga 25 aktivis dilarang berkunjung. keluarga yang datang disuruh pulang,� katanya.


Ketua KNPB Pusat, Agust Kosay mengatakan apapun yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui pihak keamanan tidak akan berefek dalam perlawanan mereka.

�KNPB tidak akan pernah mundur. Tidak ada hal yang luar biasa dalam menghadapi Indonesia. Penangkapan, penembakan hal biasa. Kami akan tetap lakukan perlawanan,� tegas Kosay.


Kabidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, kepada salah satu media lokal Papua menegaskan sempat terdengar suara tiga kali tembakan yang diduga berasal dari kerumunan massa dalam aksi yang dilakukan aktivis KNPB, sehingga anggotanya kemudian berlindung. Dalam aksi ini, menurut Pudjo, Polisi juga yang mengamankan lima bendera KNPB dalam kegiatan itu. Pudjo menambahkan Kapolda Papua telah memerintahkan Kabidpropam Polda Papua untuk melihat proses pengambilan keputusan dan tahapan yang telah dilakukan sesuai prosedur atau tidak. Selain itu, Kepolisian juga mengkoordinasikan pengamanan dengan berbagai pihak. (Mawel Benny)

Sumber :  www.tabloidjubi.com

Jumat, 21 November 2014

KORNOLOGIS PENEMBAKAN 3 AKTIVIS KNPB DOGIYAI & POLISI TANGKAP 25 AKTIVIS KNPB

INILAH KORNOLOGIS PENEMBAKAN 3 AKTIVIS KNPB DOGIYAI DAN 25 AKTIVIS KNPB NABIRE SERTA KNPB DOGIYAI YANG DITANGKAP POLISI 

3 Aktivis KNPB Dogiyai Ditembak 25 Aktivis KNPB Nabire Dan Knpb Dogiyai Ditangkap Polisi Paska Perayaan Hut KNPB


25 aktivis yang ditangkap tersebut masing-masing aktivis KNPB Nabire 13 orang Aktivis KNPB wilayah Dogiyai 12 Orang jumlah semua yang ditangkap 25 orang sedangkan yang ditembak 3 orang aktivis KNPB Dogiyai. Jumlah keseluruhan 28 anggota KNPB jadi korban dalam perayaan HUT KNPB ke 6.


25 aktivis yang ditangkap tersebut sementara sedang ditahan di polres Nabire. Mereka tidak diberikan makan dan minum sejak mereka ditangkap sampai dengan pada hari ini tanggal 20 november 2014. Mereka di isolasi seperti teroris akses bagi keluarga 25 aktivis nabire dan KNPB dogiyai dibatasi oleh polisi.


Koronologis penagkapan 25 aktivis KNPB tersebut sebagai berikut :


KNPB NABIRE : POLISI MENAGKAP 13 AKTIVIS KNPB WILAYAH NABIRE DALAM PERAYAAN HUT KE-6 KNPB


Perayaan HUT KNPB ke 6 KNPB wilayah Nabire, Anggota Kepolisian Kapolres Nabire telah menangkap 13 Aktivis KNPB. Berdasarkan arahan yang dikeluarkan oleh KNPB pusat untuk Melakukan perayaan hut KNPB yang ke VI secara serentaK di seluruh wilayah Papua Barat. Maka KNPB wilayah Nabire melakukan aksi demo damai dalam rangga perayaan HUT KNPB dan Mendukung Pertemuan ILWP di Belanda Pada tanggal 19-21 November 2014.


Penangkapan terhadap Aktivis KNPB wilayah Nabire terjadi pada hari rabu 19 November 2014 di kota Nabire. Proses penangkapan terhadap 13 Aktivis KNPB tersebut terjadi pada pukul 08.30 WPB.

Penangkapan terhadap aktivis KNPB wilayah Nabire ini dilakukan oleh kepolisian dari polres Kabupaten Nabire pada saat sejumlah aktivis KNPB sedang melakukan orasi-orasi Politik untuk mengumpulkan masa aksi sebelum menuju ke titik sentral Taman Bunga Bangsa oyehe.

Penangkapan aktivis tersebut terjadi di dua tempat yang berbeda, penangkapan pertama terjadi di Depan pasar karang Nabire, kemudian penangkapan kedua terjadi di Kali Babo Depan kampus USWIM.


Polisi bukan hanya melakukan penangkapan tetapi juga membubarkan aksi demo damai tersebut secara paksa. Sebelumya KNPB merencanakan untuk melakukan aksi demo damai di Taman Bunga Bangsa oyehe, untuk merayakan HUT KNPB Ke � 6 sekaligus Mendukung Pertemun ILWP di belanda.


13 aktivis KNPB yang ditangkap oleh kepolisian polres Nabire tersebut dikiring ke polres kabupaten Nabire, dan sementara ini masih ditahan di polresta Kabupaten Nabire. Berikut adalah Nama-nama aktivis KNPB nabire yang dapat tangkap antara lain : Rakyat Papua di Nabire Mendukung Peluncuran ILWP Bagian Kerajaan Belanda.


Peluncuran Pengacara Internasional untuk Papua Barat atau peluncuran ILWP bagian kerajaan Belanda yang berlangsung pada 19 Nopember 2014 di Den Hag Belanda, mendapatkan dukungan penuh dari rakyat Papua yang ada di wilayah Meepago terutama di wilayah Nabire. Rakyat papua yang ada di wilayah Nabire di mediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire turun jalan melakukan aksi damai medukung peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 19 Nopember 2014.


Pada pukul 07.00 WPB masa aksi yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire yang datang menyatakan dukungan untuk peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat berkumpul di Kali Bobo dan Pasar Karang.

Tidak lama kemudian pada pukul 08.30 WPB, Tim Gabungan Kepolisisn dan Brimob yang dipimin oleh Kapolres Nabire, H.R. SITUMEANG, SIK, MH datang dengan kekuatan penuh membubarkan masa aksi yang sedang berkumpul di Kali Bobo dan Pasar Karang. Kapolres Nabire langsung memegang dan menodong salah satu masa aksi dengan Pistol miliknya kemudian memukulnya.


Penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Nabire terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire dan rakyat Papua dilakukan di dua tempat yakni Penangkapan pertama pada pukul 07.30 di sekitar wilayah Kali Bobo dan penangkapan kedua pada pukul 08.00 WPB di Pasar Karang, Nabire.


Para aktivis dan rakyat Papua yang telah dapat tangkap di Kali bobo yaitu :

1. Agus Tebay (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
2. Deserius Goo (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
3. Alibia Kadepa (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
4. Hans Edoway (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
5. Stefanus Edoway (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
6. Kristina Yeimo (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
7. Elian Tebay (Anggota KNPB Wilayah Nabire)

Para aktivis dan rakyat Papua yang telah dapat tangkap di Pasar Karang, Nabire pada pukul 08.00 WPB yaitu :

1. Yavet Keiya (Ketua Komis Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua)
2. Sadrak Kudiai (Ketua Umum KNPB Wilayah Nabire)
3. Alex Pigay (Sekjend KNPB Wilayah Nabire)
4. Natan Pigome (Anggota KNPB Wilayah Nabire)

Para aktivis dan rakyat Papua yang telah ditangkap oleh Kapolres Nabire bersama Tim gabungan Polisi, Brimob dan BIN masih ditahan oleh Polres Nabire. Dengan demikian mohon dukungan dari semua pihak untuk mendesak pihak kepolisian di Nabire.


Dukungan Rakyat Tetap untuk Peluncuran ILWP Bagian Belanda. Rakyat Papua bersama media nasional bangsa west Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire tidak diam meskipun teman-temanya telah ditangkap oleh Kepolisisn Resort Nabire. Masa aksi berkumpul kembali kesekretariat KNPB Wilayah Nabire untuk ibadah bersama sebagai dukungan peluncuran ILWP dan doa bersama merenungkan kerja-kerja Komite Nasional Papua Barat pada usia yang ke enam.


INI secara keseluruhan nama nama yang ditangkap di Nabire

1. SADRAK KUDIAI (KETUA UMUM KNPB NABIRE)
2. ALEX PIGAI (SEKERTARIS KNPB NABIRE)
3. YAFET KEIYA ( ANGGOTA PRD NABIRE)
4. AGUS TEBAY (KETUA KOMISARIAT DIPLOMASI)
5. MECKY KADEPA (ANGGOTA)
6. CRISTINA YEIMO (ANGGOTA)
7. HANS EDOWAI (ANGGOTA)
8. STEVANUS EDOWAI ( ANGGOTA)
9. ELIA TEBAY (ANGGOTA )
10. NATAN PIGAI (ANGGOTA)
11. NIKO MOTTE (ANGGOTA)
12. ALPIAN KADEPA (ANGGOTA)
13. DERIUS GOO ( ANGGOTA )

Ketua I KNPB Nabire Iyouwa Nawipa, Mengatakan bahwa proses penangkapan terhadap 13 Aktivis KNPB itu dilakukan oleh Kepolisian dengan kekerasan, dalam penangkapan tersebut polisi melakukan pemukulan terhadap sejumlah Aktivis KNPB yang ditangkap tersebut. Hal ini dilaporekan oleh ketua I KNPB Nabire Iyouwa Nawipa, Kepada KNPB pusat. Lebih lanjut nawipa mengatakan bahwa rekan-rekan yang ditangkapnya masih ditahan di polres Nabire tegasnya.


KNPB DOGIYAI:MENDUKUNG PERTEMUAN ILWP DI BELANDA PERAYAAN HUT KNPB KE-VI, 3 ANGGOTA KNPB DOGIYAI DITEMBAK 12 AKTIVIS LAINYA DITANGKAP


KNPB Dogiyai . Dalam perayaan HUT KNPB yang ke 6 polisi melakukan pembubaran paksa dan menembak masa aksi KNPB wilayah Dogiyai dengan paksa, hali ini dilaporan oleh salah satu warga melalui ponesl dari Dogiyai dalam penagkapan dan pembubaran paksa dilakukan. perayaan HUTKNPB KE - 6 sekaligus mendukung pertemuan ILWP di Belanda oleh KNPB wilayah Dogiyai, polisi dan Brimob menemak satu warga sipil dan anggota KNPB.


12 aktivis KNPB yang ditangkap oleh kepolisian polres Nabire tersebut dikiring ke polres kabupaten Nabire, dan sementara ini masih ditahan di polresta Kabupaten Nabire. Berikut adalah Nama-nama aktivis KNPB nabire yang dapat tangkap antara lain : Rakyat Papua di Nabire Mendukung Peluncuran ILWP Bagian Kerajaan Belanda.


Peluncuran Pengacara Internasional untuk Papua Barat atau peluncuran ILWP bagian kerajaan Belanda yang berlangsung pada 19 Nopember 2014 di Den Hag Belanda, mendapatkan dukungan penuh dari rakyat Papua yang ada di wilayah Meepago terutama di wilayah Dodiyai. Rakyat papua yang ada di wilayah dogiyai di mediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah dogiyai turun jalan melakukan aksi damai medukung peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 19 Nopember 2014.


Pada pukul 09.00 WPB masa aksi yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah dogiyai yang datang untuk dukungan peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat berkumpul di Di Terminal Monemani.


Tidak lama kemudian pada pukul 11.30 WPB, Tim Gabungan Kepolisisn dan Brimob yangdatang dengan kekuatan penuh membubarkan masa aksi yang sedang berkumpul di Terminal Monemani. Polisi datang tidak melakukan komporomi atau negosiasi namun langsung suru rakyat bubarkan aksi tersebut Sekitar pukul 11.40 WPB polisi dan brimob mengeluarkan tembakan babi buta ke ara mas untuk upaya membubarkan masa aksi demo damai yang berkumpul. Setelah sebagian rakyat panik polisi langsung menagkap sejumlah aktivis dogiyai.


Penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Dogiyai terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiya dan rakyat Papua dilakukan pada pukul 11.450-11.50 WPB di Terminal Monemani.


Polisi dari kapolres Dogiyai mengeluarkan timah panas ke arah masa mengakibatkan 3 anggota KNPB kena timah panas. salah satu korban kena tembak atas nama Ausel Pigai, dari Puskesmas monemani bawa ke RSUD Paniai untuk melakukan pengobatan yang lebih insentif.


Nama-nama 3 orang yang dapat tembak tersebut antara lain :

1. David Pigai ( Kena tembak di betis kaki kiri, peluru masih bersarang di kaki
2. Arsel Pigai (Kena tembak timah panas kaki kanan oleh polisi )
3. Okto Tebay, (kena Tembakan di kaki kanan, peluruh masih bersarang di kaki
Sedangkan 13 Aktivis KNPB Dogiyai yang dapat tangkap antara lain :
1. ANEAS ANAU, ( SEKERTARIS KNPB DOGIYAI )
2. MARSEL SAU EDOWAI, (JUBIR KNPB DOGIYAI KAKI PATAH)
3. DAVID PIGAI, ( KETUA KNPB WILAYAH DOGIYAI)
4. AGUS WAINE , ( ANGGOTA)
5. MARTEN PIGOME , (ANGGOTA )
6. OKTO TEBAY, (ANGGOTA)
7. FERY PEKEY, ( ANGGOTA )
8. WILEM PIGAI, (ANGGOTA)
9. AUSEL PIGAI (A) (ANGGOTA )
10. AUSEL PIGAI, (B) (ANGGOTA )
11. STEVANUS GOO, (ANGGOTA
12. TOMAS WAINE , (ANGGOTA)

12 aktivis KNPB Dogiyai yang ditangkap oleh polisi dari Dogiyai tersebut selanjutnya dibawa ke polres Nabire untuk melakukan penyelidikan. polisi membawa 12 aktivis KNPB tersebut tiba di polres Nabire pada pukul 22 malam hari. untuk sementara mereka masi ditahan di polres Nabire.


Sebelumya Polisi dari kapolres Nabire juga membubarkan Aksi demo damai perayaan HUT KNPB ke 6 dan Dukungan pertemuan di Belanda di Nabire dan Menangkap 13 orang oleh Polres Nabire saat ditahan di polres. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KNPB Nabire kepada KNPB pusat . Lebih lanjut ketua KNPB mengatakan bahwa, aktivis KNPB yang ditangkap di Dogiyai tersebut sedang diisolasi oleh polisi dalam tahanan dan tidak diberikan makanan sampai dengan saat siang ini. laporan tersebut disampaikan oleh ketua KNPB pada hari kamis pukul 13.20 WPB dari Nabire.


Aktivis KNPB wilayah Nabire dan 12 aktivis KNPB Dogiyai masih ditahan di polres Nabire. Kemudian polisi juga menyiksa salah satu anggota KNPB Dogiyai hingga babak belur oleh polisi. Pemukulan terhadap Tebay dilakukan oleh polisi dan brimob menggunakan pantat senjata di bagian muka, kepala dan dibagian tubuh lain-nya mengakibatkan mengeluarkan dara dari hidung dan telinga katanya.


Hal ini disampaikan oleh salah satu warga yang tidak mau sebutkan namanya di media itu melalui ponesel selulernya kepada KNPB pusat. lebih lanjut dia mengatakan polisi melakukan pembubaran paksa aksi demo damai perayan HUT KNPB sekaligus mendukung Pertemuan ILWP di Belanda Itu secara paksa dan burutal tegasnya.


Setelah mendegar hal tersebut KNPB pusat berusaha menghubungi pengurus KNPB wilayah Paniai dan pengurus KNPB Dogiyai namun Nomor HP mereka tidak Aktif sampai saat ini. Untuk sementara ini KNPB pusat sedang berupaya mendapatkan gambar atau foto-foto dan koronologis penembakan dan penyiksaan di Dogiyai.

  Jumlah Keseluruhan 25 Aktivis KNPB Nabire dan KNPB Dogiyai ditangkap

Perayaan HUK KNPB yang Ke 6 sekaligus mendukung pertemuan ILWP di belanda pada tanggal 19 sampai dengan 21 November 2014. Penangkapan 25 aktivis dan penembakan tersebut terjadi di Nabire dan di Dogiyai, masing-masing KNPB Nabire 13 orang ditangkap sedangkan KNPB wilayah Dogiyai 12 ditangkap dan 3 orang ditembak polisi masih dirawat.


25 orang yang ditangkap sementara ini masih ditahan di polres Nabire. mereka yang ditahan sampai saat ini masih belum diberi makan sampai dengan siang ini. aktivis yang ditangkap dari Dogiyai tadi malam jam 10 tiba di polres Nabire dan sedang diisolasi.


3. Aktivis KNPB Dogiyai ditembak polisi


Aktivis KNPB Dogiyai yang ditembak oleh Anggota Polisi masing-masing 1. Arsel Pigai Sedang dirawat di RSUD Paniai. kemudian 2 orang yang dibawa ke nabire yaitu;


1.David Pigai ( Kena tembak di betis kaki kiri, peluru masih bersarang di kaki.

2. Okto Tebay, (kena Tembakan di sebla kaki kanan) dan peluruh masih bersarang di kaki kemudian polisi dibawa ke Nabire untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kaki mereka tersebut bersama 12 anggota KNPB yang ditangkap.

Sesui laporan yang kami dapat siang ini dari Nabire melaporkan bahwa, dari 3 orang ditembak oleh anggota Birimob dan polisi tersebut ada yang kaki Kiri patah dan tulang-tulangnya hancur sehingga kemungkinan besar akan diambutasi.


Sebenarnya 12 aktivis yang ditangkap dan 3 aktivis yang ditembak tersebut sudah menyerakan diri karena aksi demo tersebut dihadang oleh Brimob dan polisi.


Kemudian mereka diangkut ke dalam mobil tahanan lalu para anggota polisi dan Brimob tersebut tembak kaki mereka pada saat sampai di markas Brimob. Akibatnya 3 aktivis tersebut satu mengalami patah kaki kiri dan Tulangnya hancur. Ketua KNPB wilayah Nabire melalui telpon selulernya pada pukul 13 45 WPB melaporkan situasi terakhir kepada KNPB pusat bahwa, 13 aktivis KNPB wilayah nabire dan 12 aktivis KNPB dogiyai yang ditangkap tersebut diisolasi oleh polisi dalam tahanan polres Nabire.


Sejak mereka ditahan kemari sampai detik ini mereka belum diberi makan dan minum. lebih lanjut sadrak mengatakan bahwa, polisi juga sedang melakukan diskriminasi terhadap tahanan di polres nabire, karena orang non Papua keluarga datang di ijinkan untuk menyenuk atau melihat dan langsung ketemu mereka. Tetapi keluarga 25 aktivis KNPB yang di tahan tersebut tidak diijinkan masuk lihat aktivis KNPB yang ditahan dari kemarin tersebut .


Pada saat keluarga datang di pos penjagaan kantor polisi, tidak diijinkan masuk namun suruh pulang. Sedangkan orang luar Papua yang datang lihat keluarga yang ditahan. Informasi terkhir penahanan 25 aktivis yang diisolasi di nabire Ini tolong advokasi dan diteruskan kepada semua jaringan.

Hormat kami


POLDA PAPUA SEGERA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENEMBAKAN 3 ANGGOTA KNPB dan BEBASKAN 25 ORANG ANGGOTA KNPB


Komite Nasional Papua Bart [KNPB] meminta kepada pemerintah indonesia Bersikap Bijaksana terhadap orang Papua jika indonesia sebuah Negara yang menganut paham Demokrasi. Siapapun orang individu, keluarga, kelompok dan organisasi serta masyarakat umum untuk menyelenggarakan sesutu secara terbuka sangatlah dijamin oleh Undang-Undang Dasar [UUD] 1945 negara republik indonesia.


KNPB menilai Pemerintah indonesia [POLDA PAPUA] tidak lagi konsistent terhadap peraturan negaranya sendiri, Kami sampaikan POLDA PAPUA harus menghargai dan berfungsi sebagai keamanan negaranya bukan lagi menjadi aktor kekerasan [Kriminal] terhadap Rakyat Bangsa Papua Barat. Di wilayah West Papua TNI_POLRI selalu menjadi aktor Utama Konflik Demokrasi dan Menjadi Pelaku Kriminal terhadap warga cipil sangat Populer serta menjadi kebiasaan.


Oleh karena itu knpb menuntut kepada polda papua

1. Polda papua segera membebasakan 25 aktivis knpb wilayah dogiyai dan knpb nabire yang sedang di isolasikan tahanan polres nabire;
2. Polda Papua segera Bertanggung jawab atas penembakan 3 aktivis KNPB dogiyai yang kena timah Panas anggota polisi dan Brimob pada saat pembubaran aksi demo damai di dogiyai;
3. Polda Papua Telah melakukan Pembohongan publik bahwa 3 aktivis KNPB yang ditembak adalah peluru karet pada kenyatanya 3 korban akibat Timah Panas Aparat,
4. Pernyataan Polda Papua tentang penembakan 3 aktivis KNPB karena membawa senjata tajam adalah tidak benar, sesunggunya Polisi datang pada saat Aksi tanpa kompromi mengeluarkan tembakan ke arah Masa aksi dengan burutal dan menagkap 12 aktifis serta menembak 3 aktifis KNPB dogiyai, pada hal masa aksi tidak melakukan perlawanan .

Demikian pernyataan kami atas perhatian tak lupa kami sampaikan terima kasih 

Numbay, 21 November 2014

Badan Pengurus Pusat
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB)
AGUS KOSAY ONES SUHUNIAP
Ketua I Sekertaris Umum
Dibuplikasikan oleh Jubir Nasional
Bazoka Logo

POLDA PAPUA SEGERA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENEMBAKAN 3 ANGGOTA KNPB dan BEBASKAN 25 ORANG ANGGOTA KNPB

Badan Pengurus Pusat KNPB, Saat HUT KNPB ke ^ di Holandia (foto,KNPB)

Pengkapan Aktivis KNPB saat Merayakan HUT KNPB yang ke VI di Dogoyai(Foto,KNPB)
POLDA PAPUA SEGERA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENEMBAKAN 3 ANGGOTA KNPB dan BEBASKAN 25 ORANG ANGGOTA KNPB

Komite Nasional Papua Bart [KNPB] meminta kepada pemerintah indonesia Bersikap Bijaksana terhadap orang Papua jika indonesia sebuah Negara yang menganut paham Demokrasi. Siapapun orang individu, keluarga, kelompok dan organisasi serta masyarakat umum untuk menyelenggarakan sesutu secara terbuka sangatlah dijamin oleh Undang-Undang Dasar [UUD] 1945 negara republik indonesia.

KNPB menilai Pemerintah indonesia [POLDA PAPUA] tidak lagi konsisten terhadap peraturan negaranya sendiri, Kami sampaikan POLDA PAPUA harus menghargai dan berfungsi sebagai keamanan negaranya bukan lagi menjadi aktor kekerasan [Kriminal] terhadap Rakyat Bangsa Papua Barat. Di wilayah West Papua TNI_POLRI selalu menjadi aktor Utama Konflik Demokrasi dan Menjadi Pelaku Kriminal terhadap warga cipil sangat Populer serta menjadi kebiasaan.

KORONOLOGI PENEMBAKAN 3 AKTIVIS KNPB DOGIYAI DAN 25 AKTIVIS KNPB NABIRE DAN KNPB DOGIYAI DITANGKAP PAKSA OLEH POLISI PERAYAAN HUT KNPB KE 6
25 aktivis yang ditangkap tersebut masing-masing aktivis KNPB Nabire 13 orang Aktivis KNPB wilayah Dogiyai 12 Orang jumlah semua yang ditangkap 25 orang sedangkan yang ditembak 3 orang aktivis KNPB Dogiyai. Jumlah keseluruhan 28 anggota KNPB jadi korban dalam perayaan HUT KNPB ke 6. 25 aktivis yang ditangkap tersebut sementara sedang ditahan di polres Nabire.
Mereka tidak diberikan makan dan minum sejak mereka ditangkap sampai dengan pada hari ini tanggal 20 november 2014. Mereka di isolasi seperti teroris akses bagi keluarga 25 aktivis nabire dan KNPB dogiyai dibatasi oleh polisi.


Koronologis penagkapan 25 aktivis KNPB tersebut sebagai berikut :
I. KNPB NABIRE POLISI MENAGKAP 13 AKTIVIS KNPB WILAYAH NABIRE DALAM PERAYAAN HUT KE-6 KNPB

Perayaan HUT KNPB ke 6 KNPB wilayah Nabire, Anggota Kepolisian Kapolres Nabire telah menangkap 13 Aktivis KNPB. Berdasarkan arahan yang dikeluarkan oleh KNPB pusat untuk Melakukan perayaan hut KNPB yang ke VI secara serentaK di seluruh wilayah Papua Barat. Maka KNPB wilayah Nabire melakukan aksi demo damai dalam rangga perayaan HUT KNPB dan Mendukung Pertemuan ILWP di Belanda Pada tanggal 19-21 November 2014.
Penangkapan terhadap Aktivis KNPB wilayah Nabire terjadi pada hari rabu 19 November 2014 di kota Nabire. Proses penangkapan terhadap 13 Aktivis KNPB tersebut terjadi pada pukul 08.30 WPB.

Penangkapan terhadap aktivis KNPB wilayah Nabire ini dilakukan oleh kepolisian dari polres Kabupaten Nabire pada saat sejumlah aktivis KNPB sedang melakukan orasi-orasi Politik untuk mengumpulkan masa aksi sebelum menuju ke titik sentral Taman Bunga Bangsa oyehe. 


Penangkapan aktivis tersebut terjadi di dua tempat yang berbeda, penangkapan pertama terjadi di Depan pasar karang Nabire, kemudian penangkapan kedua terjadi di Kali Babo Depan kampus USWIM.

Polisi bukan hanya melakukan penangkapan tetapi juga membubarkan aksi demo damai tersebut secara paksa. Sebelumya KNPB merencanakan untuk melakukan aksi demo damai di Taman Bunga Bangsa oyehe, untuk merayakan HUT KNPB Ke � 6 sekaligus Mendukung Pertemun ILWP di belanda.


13 aktivis KNPB yang ditangkap oleh kepolisian polres Nabire tersebut dikiring ke polres kabupaten Nabire, dan sementara ini masih ditahan di polresta Kabupaten Nabire. Berikut adalah Nama-nama aktivis KNPB nabire yang dapat tangkap antara lain : Rakyat Papua di Nabire Mendukung Peluncuran ILWP Bagian Kerajaan Belanda.

Peluncuran Pengacara Internasional untuk Papua Barat atau peluncuran ILWP bagian kerajaan Belanda yang berlangsung pada 19 Nopember 2014 di Den Hag Belanda, mendapatkan dukungan penuh dari rakyat Papua yang ada di wilayah Meepago terutama di wilayah Nabire. Rakyat papua yang ada di wilayah Nabire di mediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire turun jalan melakukan aksi damai medukung peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 19 Nopember 2014.

Pada pukul 07.00 WPB masa aksi yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire yang datang menyatakan dukungan untuk peluncuran ILWP bagian Kerajaan Belanda dan memperingati HUT Ke-V, Komite Nasional Papua Barat berkumpul di Kali Bobo dan Pasar Karang.
Tidak lama kemudian pada pukul 08.30 WPB, Tim Gabungan Kepolisisn dan Brimob yang dipimin oleh Kapolres Nabire, H.R. SITUMEANG, SIK, MH datang dengan kekuatan penuh membubarkan masa aksi yang sedang berkumpul di Kali Bobo dan Pasar Karang. Kapolres Nabire langsung memegang dan menodong salah satu masa aksi dengan Pistol miliknya kemudian memukulnya. 


Penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Nabire terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire dan rakyat Papua dilakukan di dua tempat yakni Penangkapan pertama pada pukul 07.30 di sekitar wilayah Kali Bobo dan penangkapan kedua pada pukul 08.00 WPB di Pasar Karang, Nabire.

Para aktivis dan rakyat Papua yang telah dapat tangkap di Kali bobo yaitu :
1. Agus Tebay (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
2. Deserius Goo (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
3. Alibia Kadepa (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
4. Hans Edoway (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
5. Stefanus Edoway (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
6. Kristina Yeimo (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
7. Elian Tebay (Anggota KNPB Wilayah Nabire)

Para aktivis dan rakyat Papua yang telah dapat tangkap di Pasar Karang, Nabire pada pukul 08.00 WPB yaitu :
1. Yavet Keiya (Ketua Komis Luar Negeri, Parlemen Nasional West Papua)
2. Sadrak Kudiai (Ketua Umum KNPB Wilayah Nabire)
3. Alex Pigay (Sekjend KNPB Wilayah Nabire)
4. Natan Pigome (Anggota KNPB Wilayah Nabire)
5. Mecky Kadepa

Para aktivis dan rakyat Papua yang telah ditangkap oleh Kapolres Nabire bersama Tim gabungan Polisi, Brimob dan BIN masih ditahan oleh Polres Nabire. Dengan demikian mohon dukungan dari semua pihak untuk mendesak pihak kepolisian di Nabire.

Dukungan Rakyat Tetap untuk Peluncuran ILWP Bagian Belanda.
Rakyat Papua bersama media nasional bangsa west Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire tidak diam meskipun teman-temanya telah ditangkap oleh Kepolisisn Resort Nabire. Masa aksi berkumpul kembali kesekretariat KNPB Wilayah Nabire untuk ibadah bersama sebagai dukungan peluncuran ILWP dan doa bersama merenungkan kerja-kerja Komite Nasional Papua Barat pada usia yang ke enam.


INI secara keseluruhan nama nama yang ditangkap di Nabire
1. SADRAK KUDIAI (KETUA UMUM KNPB NABIRE)
2. ALEX PIGAI (SEKERTARIS KNPB NABIRE)
3. YAFET KEIYA ( ANGGOTA PRD NABIRE)
4. AGUS TEBAY (KETUA KOMISARIAT DIPLOMASI)
5. MECKY KADEPA (ANGGOTA)
6. CRISTINA YEIMO (ANGGOTA)
7. HANS EDOWAI (ANGGOTA)
8. STEVANUS EDOWAI ( ANGGOTA)
9. ELIAN TEBAY (ANGGOTA )
10. NATAN PIGAI (ANGGOTA)
11. NIKO MOTTE (ANGGOTA)
12. ALPIAN KADEPA (ANGGOTA)
13. DERIUS GOO ( ANGGOTA )

Ketua I KNPB Nabire Iyouwa Nawipa, Mengatakan bahwa proses penangkapan terhadap 13 Aktivis KNPB itu dilakukan oleh Kepolisian dengan kekerasan, dalam penangkapan tersebut polisi melakukan pemukulan terhadap sejumlah Aktivis KNPB yang ditangkap tersebut.

Hal ini dilaporekan oleh ketua I KNPB Nabire Iyouwa Nawipa, Kepada KNPB pusat. Lebih lanjut nawipa mengatakan bahwa rekan-rekan yang ditangkapnya masih ditahan di polres Nabire tegasnya.

II. KNPB DOGIYAI MENDUKUNG PERTEMUAN ILWP DI BELANDA PERAYAAN HUT KNPB KE-VI, 3 ANGGOTA KNPB DOGIYAI DITEMBAK 12 AKTIVIS LAINYA DITANGKAP

KNPB Dogiyai . Dalam perayaan HUT KNPB yang ke 6 polisi melakukan pembubaran paksa dan menembak masa aksi KNPB wilayah Dogiyai. sesuai dengan paksa, hali ini dilaporan oleh salah satu warga melalui ponesl dari Dogiyai dalam penagkapan dan pembubaran paksa dilakukan. perayaan HUTKNPB KE - 6 sekaligus mendukung pertemuan ILWP di Belanda oleh KNPB wilayah Dogiyai, polisi dan Brimob menemak satu warga sipil dan anggota KNPB.

Polisi dari kapolres Dogiyai mengeluarkan timah panas ke arah masa mengakibatkan 3 anggota KNPB kena timah panas. salah satu korban kena tembak atas nama Ausel Pigai, dari Puskesmas monemani bawa ke RSUD Paniai untuk melakukan pengobatan yang lebih insentif. nama-nama 3 orang yang dapat tembak tersebut antara lain :
1. David Pigai ( Kena tembak di betis kaki kiri, peluru masih bersarang di kaki
2. Arsel Pigai (Kena tembak timah panas kaki kanan oleh polisi )
3. Okto Tebay, (kena Tembakan di kaki kanan, peluruh masih bersarang di kaki
Sedangkan 13 Aktivis KNPB Dogiyai yang dapat tangkap antara lain :
1. ANEAS ANAU, ( SEKERTARIS KNPB DOGIYAI )
2. MARSEL SAU EDOWAI, (JUBIR KNPB DOGIYAI KAKI PATAH)
3. DAVID PIGAI, ( KETUA KNPB WILAYAH DOGIYAI)
4. AGUS WAINE , ( ANGGOTA)
5. MARTEN PIGOME , (ANGGOTA )
6. OKTO TEBAY, (ANGGOTA)
7. FERY PEKEY, ( ANGGOTA )
8. WILEM PIGAI, (ANGGOTA)
9. AUSEL PIGAI (A) (ANGGOTA )
10. AUSEL PIGAI, (B) (ANGGOTA )
11. STEVANUS GOO, (ANGGOTA
12. TOMAS WAINE , (ANGGOTA)

12 aktivis KNPB Dogiyai yang ditangkap oleh polisi dari Dogiyai tersebut selanjutnya dibawa ke polres Nabire untuk melakukan penyelidikan. polisi membawa 12 aktivis KNPB tersebut tiba di polres Nabire pada pukul 22 malam hari. untuk sementara mereka masi ditahan di polres Nabire.

Sebelumya Polisi dari kapolres Nabire juga membubarkan Aksi demo damai perayaan HUT KNPB ke 6 dan Dukungan pertemuan di Belanda di Nabire dan Menangkap 13 orang oleh Polres Nabire saat ditahan di polres. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KNPB Nabire kepada KNPB pusat . Lebih lanjut ketua KNPB mengatakan bahwa, aktivis KNPB yang ditangkap di Dogiyai tersebut sedang diisolasi oleh polisi dalam tahanan dan tidak diberikan makanan sampai dengan saat siang ini. laporan tersebut disampaikan oleh ketua KNPB pada hari kamis pukul 13.20 WPB dari Nabire.

Aktivis KNPB wilayah Nabire dan 12 aktivis KNPB Dogiyai masih ditahan di polres Nabire. Kemudian polisi juga menyiksa salah satu anggota KNPB Dogiyai hingga babak belur oleh polisi. Pemukulan terhadap Tebay dilakukan oleh polisi dan brimob menggunakan pantat senjata di bagian muka, kepala dan dibagian tubuh lain-nya mengakibatkan mengeluarkan dara dari hidung dan telinga katanya.

Hal ini disampaikan oleh salah satu warga yang tidak mau sebutkan namanya di media itu melalui ponesel selulernya kepada KNPB pusat. lebih lanjut dia mengatakan polisi melakukan pembubaran paksa aksi demo damai perayan HUT KNPB sekaligus mendukung Pertemuan ILWP di Belanda Itu secara paksa dan burutal tegasnya.

Setelah mendegar hal tersebut KNPB pusat berusaha menghubungi pengurus KNPB wilayah Paniai dan pengurus KNPB Dogiyai namun Nomor HP mereka tidak Aktif sampai saat ini. Untuk sementara ini KNPB pusat sedang berupaya mendapatkan gambar atau foto-foto dan koronologis penembakan dan penyiksaan di Dogiyai.

III. Jumlah Keseluruhan 25 Aktivis KNPB Nabire dan KNPB Dogiyai ditangkap
Perayaan HUK KNPB yang Ke 6 sekaligus mendukung pertemuan ILWP di belanda pada tanggal 19 sampai dengan 21 November 2014. Penangkapan 25 aktivis dan penembakan tersebut terjadi di Nabire dan di Dogiyai, masing-masing KNPB Nabire 13 orang ditangkap sedangkan KNPB wilayah Dogiyai 12 ditangkap dan 3 orang ditembak polisi masih dirawat.


25 orang yang ditangkap sementara ini masih ditahan di polres Nabire. mereka yang ditahan sampai saat ini masih belum diberi makan sampai dengan siang ini. aktivis yang ditangkap dari Dogiyai tadi malam jam 10 tiba di polres Nabire dan sedang diisolasi. 


IV. 3. Aktivis KNPB Dogiyai ditembak polisi
Aktivis KNPB Dogiyai yang ditembak oleh Anggota Polisi masing-masing
1. Arsel Pigai Sedang dirawat di RSUD Paniai. kemudian 2 orang yang dibawa ke nabire yaitu;
1.David Pigai ( Kena tembak di betis kaki kiri, peluru masih bersarang di kaki.
2. Okto Tebay, (kena Tembakan di sebla kaki kanan) dan peluruh masih bersarang di kaki kemudian polisi dibawa ke Nabire untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kaki mereka tersebut bersama 12 anggota KNPB yang ditangkap. 


Sesui laporan yang kami dapat siang ini dari Nabire melaporkan bahwa, dari 3 orang ditembak oleh anggota Birimob dan polisi tersebut ada yang kaki Kiri patah dan tulang-tulangnya hancur sehingga kemungkinan besar akan diambutasi. Sebenarnya 12 aktivis yang ditangkap dan 3 aktivis yang ditembak tersebut sudah menyerakan diri karena aksi demo tersebut dihadang oleh Brimob dan polisi.

kemudian mereka diangkut ke dalam mobil tahanan lalu para anggota polisi dan Brimob tersebut tembak kaki mereka pada saat sampai di markas Brimob. Akibatnya 3 aktivis tersebut satu mengalami patah kaki kiri dan Tulangnya hancur. Ketua KNPB wilayah Nabire melalui telpon selulernya pada pukul 13 45 WPB melaporkan situasi terakhir kepada KNPB pusat bahwa, 13 aktivis KNPB wilayah nabire dan 12 aktivis KNPB dogiyai yang ditangkap tersebut diisolasi oleh polisi dalam tahanan polres Nabire.

Sejak mereka ditahan kemari sampai detik ini mereka belum diberi makan dan minum. lebih lanjut sadrak mengatakan bahwa, polisi juga sedang melakukan diskriminasi terhadap tahanan di polres nabire, karena orang non Papua keluarga datang di ijinkan untuk menyenuk atau melihat dan langsung ketemu mereka. 


Tetapi keluarga 25 aktivis KNPB yang di tahan tersebut tidak diijinkan masuk lihat aktivis KNPB yang ditahan dari kemarin tersebut . pada saat keluarga datang di pos penjagaan kantor polisi, tidak diijinkan masuk namun suruh pulang. Sedangkan orang luar Papua yang datang lihat keluarga yang ditahan. Informasi terkhir penahanan 25 aktivis yang diisolasi di nabire Ini tolong advokasi dan diteruskan kepada semua jaringan.

Oleh karena itu KNPB menuntut kepada Polda Papua

1. Polda papua segera membebasakan 25 aktivis knpb wilayah dogiyai dan knpb nabire yang sedang di isolasikan tahanan polres nabire


2. Polda Papua segera Bertanggung jawab atas penembakan 3 aktivis KNPB dogiyai yang kena timah Panas anggota polisi dan Brimob pada saat pembubaran aksi demo damai di dogiyai


3. Polda Papua Telah melakukan Pembohongan publik bahwa 3 aktivis KNPB yang ditembak adalah peluru karet pada kenyatanya 3 korban akibat Timah Panas Aparat, 


4. Pernyataan Polda Papua tentang penembakan 3 aktivis KNPB karena membawa senjata tajam adalah tidak benar, sesunggunya Polisi datang pada saat Aksi tanpa kompromi mengeluarkan tembakan ke arah Masa aksi dengan burutal dan menagkap 12 aktifis serta menembak 3 aktifis KNPB dogiyai, pada hal masa aksi tidak melakukan perlawanan.


5. POLDA PAPUA segera akui bahwa, 3 anggota kami KNPB Dogiyai ditembak oleh aparat kepolisian dan birimob menggunakan timah panas.

Demikian pernyataan kami atas perhatian tak lupa kami sampaikan terima kasih 

Numbay, 21 November 2014

Badan Pengurus Pusat
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (BPP-KNPB)  

Agus Kosay        Bazoka Logo
Ketua I                 Jubir Nasional

Kamis, 20 November 2014

KNPB PERINGATI HUT KE VI , 19 NOVEMBER 2014 DI TANAH AIR PAPUA BARAT DAN RAKYAT PAPUA BARAT WILAYAH SORONG RAYA. MENDUKUNG PERTEMUAN ILWP DAN IPWP DI BELANDA


KNPB PERINGATI HUT KE VI , 19 NOVEMBER 2014 DI TANAH AIR PAPUA BARAT DAN RAKYAT PAPUA BARAT WILAYAH SORONG RAYA. MENDUKUNG PERTEMUAN ILWP DAN IPWP DI BELANDA
PERNYATAAN SIKAP.
LikU � liku kehidupan bangsa Papua Barat di dalam bingkai NKRI merupakan Sejarah yang penuh misteri. Bangsa dan tanah air Papua menjadi tumbal kepentingan Ekonomi, Politik dan kekuasaan oleh Belanda, USA dan Indonesia melalui badan PBB. Sejarah panjang ini telah merubah pemahaman generasi mudah Papua masa kini, untuk dapat menentukan masa depan bangsa Papua yang merdeka dan berdaulat diatas tanah sendiri ( Bumi Cenderawasih).
Dengan demikian kami seluruh rakyat Bangsa Papua Barat melalui Media Nasional Dalam Negeri, KNPB (Komite Nasional Papua Barat) menyatakan sikap melalui HUT KNPB yang ke VI (enam ) untuk diketahui oleh Seluruh Bangsa-Bangsa di muka bumi, karena:

KNPB dan Penjajah Indonesia berada pada tingkat perlawanan yang tinggi. Tentu saja, kita tidak akan tinggal diam untuk menepati janji kita terhadap rakyat dan bangsa Papua bahwa �kita harus mengakhiri�.

Menuju HUT ke 6 19 November 2014 Solusi bagi rakyat Papua dan selamatkan bangsa Papua harus dimulai dari pemikiran bahwa Indonesia adalah penjajah, dan Papua adalah wilayah jajahannya, Dan Selamatkan bangsa Papua harus dimulai dari keyakinan bahwa bersama Indonesia Papua hancur, dan Papua akan selamat tanpa Indonesia yakni Papua yang berdiri sendiri sebagai sebuah negara.

Dalam peringatan HUT KNPB ke VI beberapa hal menjadi perhatian dan sikap KNPB adalah
1. Menolak Semua Kebijakan Presiden JOKOWI di Papua dan mendesak segera melaksanakan Referendum di Papua Barat.
2. Menolak dengan tegas semua program Pemekaran Provinsi di Papua dan Transmigrasi ke Papua Barat.
3. KNPB PRD dan PNWP Wilayah Domberay mendukung penuh pertemuan International Lawyer For West Papua (ILWP ) dan International Pariiamentarians For West Papua (IPWP) di Nederland
4. KNPB,PRD dan PNWP mendesak kepada NKRI Membuka Akses Jurnalis Masuk Ke West Papua
5. KNPB,PRD dan PNWP mendesak kepada Belanda, Amerika dan Indonesia segera bertanggungjawab pelaksanaan Pepera 1969 cacat Hukum di papua
6. Pemerintah Republik Indonesia telah gagal memenuhi kewajibannya sesuai amanat UU.No.21 Tahun 2001 dan Unit Percepatan pembangunan papua dan papua barat (UP4B) untuk memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap hak-hak dasar penduduk asli, Hak Asasi Manusia, Supremasi hukum, serta etika dan moral di alam demokrasi. Maka, Kami rakyat Bangsa Papua Barat menuntut Referendum.Karena Referendum adalah Solusi untuk menyelesaikan Persoalan Bangsa west papua.
Demikian pernyataan sikap ini dibuat dengan sebenar-banar dan dengan penuh rasa bertanggung Jawab.
PENYELENGGARA KEGIATAN KNPB PERINGATI HUT KE VI
Badan Pengurus
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
WILAYAH SORONG RAYA
KANTIUS HESELO YEHESKIEL KOSSAY
Ketua I Sekretaris
Menindak Lanjuti :
PENANGGUNG JAWAB POLITIK
PARLEMEN NASIONAL WEST PAPUA (PNWP)
 
Copyright © 2013 KNPBnews
Design by FBTemplates | BTT